Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Pertajam Bukti Keterlibatan Pejabat Kemag

Kasus Jual Beli Jabatan, KPK Pertajam Bukti Keterlibatan Pejabat Kemag
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Fana Suparman / WBP Sabtu, 13 April 2019 | 10:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi identitas pejabat Kementerian Agama (Kemag) yang diduga terlibat dalam kasus jual-beli jabatan di Kemag. KPK menduga pejabat tersebut bekerja sama dengan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy untuk meloloskan Haris Hasanuddin dalam proses seleksi sebagai Kakanwil Kemag Jatim dan Muhammad Muafaq Wirahadi sebagai Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik.

"Tentu kami sudah mengidentifikasi aiapa pejabat di pihak Kementerian Agama yang diduga bersama-sama melakukan perbuatan dengan RMY (Romahurmuziy)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).

Meski demikian, Febri Diansyah masih enggan mengungkap sosok pejabat yang bakal dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas dugaan tersebut. Yang jelas, saat ini tim penyidik sedang menajamkan bukti dugaan keterlibatan pejabat Kemag tersebut. "Dalam proses penyidikan inilah kami melakukan penajaman-penajaman bukti dan penelusuran pihak-pihak lain yang juga terlibat bersama-sama," kata Febri Diansyah.

Salah satu upaya dalam mendalami dan mengembangkan kasus suap ini dilakukan lembaga antirasuah dengan memeriksa sejumlah saksi. Seperti sejumlah staf khusus Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin dan panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

Penyidik KPK juga telah memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan dan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi. Tak tertutup kemungkinan KPK juga bakal memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sepanjang keterangannya dibutuhkan penyidik untuk mengungkap kasus ini. "Saksi-saksi yang akan dipanggil nanti tentu akan diinformasikan lagi ya kalau sudah ada informasi tentang misalnya Menteri Agama atau pejabat-pejabat lain di Kementerian Agama atau pihak lain yang terkait untuk diperiksa sebagai saksi nanti akan kami sampaikan lebih lanjut. Sepanjang dibutuhkan dalam proses penyidikan akan kami panggil," kata Febri Diansyah.

Proses seleksi yang menjadi pintu masuk Romahurmuziy berkaitan erat dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kepala Biro Kepegawaian, Sekjen dan Menteri sebagai pimpinan tertinggi kementerian yang pada akhirnya memutuskan dan melantik pejabat yang lolos seleksi.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Febri mengaku tak dapat menyampaikan secara spesifik peran pihak atau pejabat Kemag tertentu dalam proses seleksi jabatan di Kemag yang diwarnai rasuah ini. Namun, Febri memastikan setiap informasi berkaitan dengan perkara ini telah didalami tim penyidik melalui pemeriksaan sejumlah saksi. "Kalau ada informasi-informasi yang dibutuhkan misalnya proses pengangkatan bagaimana itu kami sudah kami dalami sebagian melalui panitia seleksi. Nanti kalau dibutuhkan lagi informasi lebih lanjut akan kami dalami lagi pada saksi yang lain," kata Febri Diansyah.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.
Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin. KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy. Pada Jumat (15/3/2019) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan