Dedi Mulyadi Harap Warga Bekasi Pertahankan Tradisi "Ngagubyag Empang"

Dedi Mulyadi Harap Warga Bekasi Pertahankan Tradisi
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan blusukan ke Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 13 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / AO Sabtu, 13 April 2019 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan blusukan di Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2019). Kedatangan Dedi disambut simpatisan dan kader Partai Golkar serta ratusan relawan pendukung capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma'ruf Amin.

Mereka mengajak Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat itu ngagubyag empang yang merupakan kebiasaan masyarakat Jawa Barat saat memperoleh kegembiraan. Dalam kegiatan ini, seluruh warga harus turun untuk menangkap ikan di empang atau kolam tanpa menggunakan alat bantu.

"Menangkap ikan dengan tangan itu tradisinya orang Jawa Barat, selalu melakukan sesuatu dengan bersama, sehingga unsur-unsur politik yang di dalamnya dimasukan unsur kebudayaan tidak akan ada ketegangan," kata Dedi. Dia menegaskan, pemilu merupakan pesta demokrasi.

Selayaknya pesta yang penuh kebahagian, pemilu seharusnya dihadapi tanpa ketegangan apalagi marah-marah. Dedi pun mencontohkan warga Desa Setia Asih yang meluapkan kegembiraan dengan ngagubyag empang.

"Demokrasi harus diisi oleh hal-hal yang membahagiakan, lihat saja orang kotor-kotoran dengan lumpur, tidak ada yang bertengkar kemudian pulangnya bawa ikan, itukan membahagiakan masyarakat," ungkapnya.

Dedi mengaku sudah terbiasa dengan tradisi 'ngagubyag' seperti ini. Apalagi, Dedi besar di lingkungan kampung yang kental dengan tradisi. Bahkan, kebiasaan ini tidak pernah ditinggalkan Dedi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta yang selalu menyelipkan acara ngagubyag dalam berbagai kesempatan, seperti saat peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia dan Hari Jadi Purwakarta.

"Sejak kecil begini. Senang saja bareng-bareng. Guyub. Tetapi, ada sedikit perbedaan, di kampung saya tidak memakai alat bantu, di sini ternyata pakai," tuturnya.

Untuk itu, Dedi berharap warga Setia Asih dan Bekasi pada umumnya mempertahankan dan melestarikan tradisi Ngagubyag Empang. Selain berfungsi sebagai perekat kebersamaan di tengah masyarakat, tradisi itu juga memiliki peran strategis menciptakan ketercukupan gizi. "Ini salah satu tradisi yang harus dilestarikan," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan