Kodam Jaya-Polda Metro Kerahkan 38.000 Personel Amankan Pemilu

Kodam Jaya-Polda Metro Kerahkan 38.000 Personel Amankan Pemilu
Ilustrasi polisi. ( Foto: Antara/Rahmad )
/ WBP Minggu, 14 April 2019 | 12:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 38.000 personel gabungan untuk mengamankan jalannya Pemilu 2019 di Jabodetabek.

"Jumlah pengamanan yang kita libatkan dari Polri dan TNI jumlahnya 38.000 personel," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono usai menghadiri apel siaga gabungan TNI-Polri dalam rangka kesiapsiagaan pemilu aman di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Gatot Eddy Pramono menjelaskan jumlah tersebut terdiri dari 23.000 anggota Polri dan 15.000 anggota TNI. Wilayah yang diamankan meliputi DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang. "Khusus personel Kodam Jaya yang mengamankan Kabupaten Tangerang, bekerja sama dengan Polda Banten," kata Gatot Eddy Pramono.

Gatot Eddy Pramono mengatakan personel Polri dan TNI tersebut melakukan patroli gabungan baik pada siang maupun malam di tempat-tempat yang memiliki potensi kerawanan seperti pusat perbelanjaan. "Di tempat-tempat di mana di sana ada kelompok-kelompok yang rentan terjadinya konflik sosial dan tempat-tempat lainnya yang memiliki potensi kerawanan," ujar Gatot Eddy Pramono.

Lebih lanjut Gatot Eddy Pramono mengatakan apabila dalam perkembangan di lapangan terjadi kerawanan, seperti meningkatnya dukungan terhadap pasangan tertentu, maka TNI dan Polri akan mempertebal kekuatan pasukan. "Kita akan memberikan yang terbaik agar masyarakat aman, dan nyaman datang ke TPS. Jangan takut dan jangan ragu untuk datang ke TPS memilih sesuai kehendak masing-masing," ucap Gatot Eddy Pramono.

Sementara Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa saat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya berada dalam kondisi yang aman dari berbagai bentuk ancaman dan gangguan. "Kita akan deteksi dan cegah sedini mungkin (ancaman dan gangguan) sehingga pesta demokrasi tanggal 17 April dan pascanya, dapat berlangsung aman dan damai," ujar Eko Margiyono.



Sumber: ANTARA