Polda Jambi Kerahkan 1.329 Personel Amankan TPS

Polda Jambi Kerahkan 1.329 Personel Amankan TPS
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Radesman Saragih / CAH Minggu, 14 April 2019 | 21:31 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Polda Jambi menerjunkan sekitar 1.329 orang personel khusus mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan umum (Pemilu) 2019 di sembilan kabupaten dan dua kota. Pasukan khusus pengamanan TPS tersebut dilepas Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS di Polda Jambi, Minggu (14/4/2019).

Muchlis AS pada kesempatan tersebut meminta seluruh personel Polda Jambi yang diterjunkan mengamankan TPS benar-benar menjamin keamanan pemungutan dan penghitungan suara. Hal itu penting agar tidak ada oknum-oknum tertentu yang mengintimidasi para pemilih.

“Bila ada oknum-oknum yang melakukan intimidasi terhadap pemilih atau mengganggu jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS harus segera ditindak,” tegas Muchlis AS.

Dijelaskan, pasukan pengamanan Pemilu 2019 yang diterjunkan Polda Jambi, khusus mengamankan TPS tidak hanya personel yang biasa bertugas di lapangan. Para perwira pengendali dan pejabat utama Polda Jambi juga turut diterjunkan membantu pengamanan TPS Pemilu 2019.

Menurut Muchlis AS, personel Polda Jambi yang diterjunkan mengamankan Pemilu 2019 mencapai 1.652 orang. Sekitar 1.329 orang diterjunkan membantu pengamanan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Sedangkan sekitar 323 orang personil lainnya siaga di Polda Jambi.

Sedangkan total personel kepolisian dari jajaran Polda Jambi dan 10 kepolisian resor (polres) di Jambi yang diterjunkan mengamankan Pemilu Serentak 2019 sekitar 4.659 orang. Pasukan pengamanan pemilu tersebut diterjunkan langsung ke 11.311 TPS di 1.562 desa se-Provinsi Jambi. Setiap TPS minimal dikawal dua anggota kepolisian dibantu beberapa personil TNI dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

“Saya meminta seluruh personel Polda Jambi yang diterjunkan mengamankan Pemilu ke kabupaten dan kota segera menyesuaikan diri dengan tempat tugas masing-masing dan kordinasi dengan personil pengamanan pemilu dari satuan lain. Seluruh personil Polda Jambi yang bertugas di lapangan juga saya minta tetap menjaga etika,” kata Muchlis AS.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Jambi, M Yasin mengatakan, pihaknya juga mengintensifkan pemantauan kecurangan pemilu, khususnya praktik money politic (politik uang). Salah satu bentuk politik uang yang mendapat perhatian khusus Bawaslu Tanjabbar, yaitu serangan fajar.

“Kami memantau praktik – praktik politik uang selama masa tenang Pemilu tiga hari ke depan. Salah satu fokus pantauan kami, yakni serangan fajar atau pemberian uang kepada pemilih menjelang pemungutan suara. Bila kami menemukan calon legislatif melakukan politik uang tersebut, namanya langsung kami coret dar daftar calon tetap (DCT),” tambah Muchlis AS.



Sumber: Suara Pembaruan