H-3 Pemilu, Petugas KPPS di Bengkulu Bagikan Surat Undangan ke TPS

H-3 Pemilu, Petugas KPPS di Bengkulu Bagikan Surat Undangan ke TPS
Ilustrasi formulir C6. ( Foto: Istimewa )
Usmin / JAS Senin, 15 April 2019 | 09:49 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Bengkulu, pada H-3 Pemilu 2019, telah membagikan formulir C-6 atau surat panggilan datang ke TPS kepada masyarakat atau warga yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak politik pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

"Mulai H-3 atau Minggu (14/4/2019) kita mulai membagikan formulir C-6 ke masyarakat yang memiliki hak pilih agar datang ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 1 April mendatang," kata Tarek, salah seorang Ketua KPPS TPS 15, Kelurahan Padang Nangka, Kota Bengkulu, Minggu (14/4/2019).

Ia mengatakan, formulir C-6 harus selesai dibagikan kepada pemilih yang tercatat dalam DPT di TPS setempat sehari sebelum pencoblosan 17 April 2019. Karena itu, petugas KPPS mendatangi rumah warga untuk menyerahkan formulir C-6 tersebut.

Sebab, formulir C-6 merupakan surat panggilan agar warga datang ke TPS pada hari pencoblosan 17 April mendatang untuk menyalurkan hak politiknya. "Jadi, formulir C-6 harus kita antarkan langsung ke rumah pemilih agar surat panggilan tersebut benar-benar diterima pemilih bersangkutan," ujarnya.

Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi warga tidak mencoblos alias golput pada Pemilu 17 April mendatang, karena tidak mendapat formulir C-6 atau surat panggilan datang ke TPS dari petugas KPPS setempat.

"Kita berharap warga yang sudah menerima surat panggilan ke TPS dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April mendatang. Di TPS 15 Kelurahan Padang Nangka ada 270 pemilih dan sebagian besar formulir C-6 sudah kita sampaikan kepada pemilih bersangkutan," ujarnya.

Pada pilkada Wali Kota Bengkulu 2018 lalu, DPT di TPS 15 Kelurahan Padang Nangka sekitar 500 pemilih, tapi pada Pilpres dan caleg jumlah DPT setiap TPS dikurangi KPU, termasuk TPS 15.

Pengurangan jumlah DPT di setiap TPS pada Pemilu serentak 2019, untuk memperlancar proses penghitungan suara di TPS. Sebab, jika jumlah DPT besar di setiap TPS, maka penghitungan suara di TPS akan memakan waktu lama.

Bahkan, jika petugas KPPS tidak cermat dalam melaksanakan tugasnya, maka proses penghitungan suara di TPS bisa subuh baru selesai. "Untuk mengantisipasi hal ini maka jumlah DPT di masing-masing TPS dikurangi dari pilkada sebelumnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Dico, petugas KPPS TPS 16, Kecamatan Singaran Pati. Ia mengatakan, formulir C-6 untuk pemilih di TPS 16 baru sebagian dibagikan kepada pemilih karena kebanyakan warga saat didatangi tidak ada di rumah.

"Target kami Senin (15/4/2019) pembagian formulir C-6 kepada pemilih di TPS 16 tuntas dan paling lambat pada H-1 pelaksanakan Pemilu. Sebenarnya kalau pemilih semuanya ada di rumah sebentar saja membagikan formulir C-6 selesai, karena jumlah DPT dalam satu TPS paling banyak 300 orang," ujarnya.

Dico menambahkan, jika masyarakat hingga H-1 belum menerima formulir C-6 dipersilakan mendatangi rumah petugas KPPS setempat. Sebab, setiap warga yang masuk dalam DPT Pemilu 2019, dipastikan mendapat surat panggilan datang ke TPS atau formulir C-6.

Hal senada dibenarkan anggota KPU Kota Bengkulu, Romi Sugara. Ia mengatakan, pihaknya akan memantau pembagian formulir C-6 kepada setiap pemilih di masing-masing TPS yang ada di daerah ini.

Hal ini dilakukan untuk memastikan warga Kota Bengkulu, yang memiliki hak suara pada Pemilu 17 April mendatang, sudah menerima surat panggilan datang ke TPS atau formulir C-6 dari petugas KPPS setempat.

"Dengan demikian, seluruh warga di Kota Bengkulu, tercatat dalam DPT Pemilu 2019, dapat menyalurkan hak politiknya dengan baik pada 17 April mendatang, sehingga angka partisipasi Pemilu di daerah ini sesuai terget KPU sebesar 80 persen lebih," kata Romi. 



Sumber: Suara Pembaruan