Polisi Malaysia Investigasi Surat Suara yang Tercoblos

Polisi Malaysia Investigasi Surat Suara yang Tercoblos
Puluhan kantong plastik dengan suarat suara pemilu 2019 yang diduga sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Senin, 15 April 2019 | 12:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan pihak Polisi Diraja Malaysia (PDRM) saat ini telah mengamankan surat suara tercoblos yang ditemukan di Kajang, Selangor, Malaysia. Surat suara tersebut kemudian akan diinvestigasi oleh polisi.

"Kan mau diinvestigasi (oleh polisi Malaysia). Mungkin saja saat ini diamankan di lokasi lain (bukan lokasi tempat penemuan di Kajang)," ujar Ilham Saputra dalam keterangannya, Senin (15/4/2019).

Ilham mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi polisi Malaysia terkait surat suara tersebut. Termasuk juga menunggu rekomendasi dari Bawaslu sehingga surat suara tercoblos tersebut belum dihitung.

"Surat suara tercoblos itu tidak dihitung sampai ada hasil investigasi dari PDRM dan rekomendasi Bawaslu mengenai temuan surat Suara tercoblos tersebut," ungkap dia.

Ilham juga mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan surat suara tercoblos tersebut dianggap "sampah". "Mengklarifikasi pernyataan sebelumnya, maksudnya bukan sampah (sampah yang dibuang ke tempat sampah). Namun, maksudnya adalah surat suara tercoblos itu tidak dihitung," tutur dia.

KPU, kata Ilham, tetap serius menangani kasus tersebut sambil menanti hasil investigasi polisi Malaysia dan rekomendasi Bawaslu. "Kami tetap serius menanggapi kasus ini," pungkas dia.

Sebelumnya, Ilham menyatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah. Alasannya, belum bisa dipastikan keasliannya mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu.

"Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja," kata Ilham Saputra ditemui di kantor KPU RI di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.

Tidak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, lanjut dia, tidak akan memengaruhi ketersediaan surat suara khususnya untuk metode pemungutan lewat pos. "Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada," katanya.

Meski demikian, kondisi itu tidak memengaruhi proses pemungutan suara khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia karena proses demokrasi itu tetap berjalan. Proses pemungutan suara di Malaysia berlangsung sesuai jadwal yakni Minggu (14/4/2019).



Sumber: BeritaSatu.com