Penyebar Hoax Tujuh Kontainer Suara Segera Disidang

Penyebar Hoax Tujuh Kontainer Suara Segera Disidang
Ilustrasi surat suara Pilpres 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Senin, 15 April 2019 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dit Siber Bareskrim kembali menyelesaikan berkas milik empat tersangka dalam kasus hoax 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos untuk paslon nomor 01, Senin (15/4/2019).

Para tersangka, berkas, dan barang buktinya itu telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat setelah kasusnya dinyatakan P21 atau lengkap.

Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, keempatnya adalah Mujiman alias Maulana, 53 tahun, asal Klaten, Jogonalan, Jawa Tengah.

Lalu Sugiyono alias Abdul Karim, 58 tahun, asal Kelapa Dua, Banten; Berikutnya ada Titi Setiawati, 54 tahun, asal Yogyakarta; dan Suroso, 50 tahun, asal Magelang Jawa Tengah.

“Mereka melanggar Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan atau Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE,” sambung Dedi.

Intinya tentang menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong atau hoax. Peran mereka bukan sebagai kreator.

Kreator dalam kasus ini adalah Bagus Bawana Putra (BBP) yang kasusnya juga telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Jakarta Pusat pada Kamis (28/2) lalu.

Kasus ini bermula saat mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitternya meminta agar kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok itu dicek. Cuitan itu lalu sudah dihapus.

Kabar hoax itu menyatakan ada 70 juta surat suara dalam tujuh kontainer yang sudah dicoblos di nomor urut 01. Di rekaman itu juga menyebutkan surat suara itu berasal dari China dan sudah disita TNI AL.

Bagus adalah pelaku yang suaranya ada dalam rekaman itu. Dia juga ikut menyebarkan rekaman suaranya sendiri.



Sumber: BeritaSatu.com