Polda Sumut Masih Tahan 2 Tersangka Hoax Surat Suara

Polda Sumut Masih Tahan 2 Tersangka Hoax Surat Suara
Ilustrasi pelaku pembuat dan penyebar "hoax: serta barang bukti yang disita polisi. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / FER Senin, 15 April 2019 | 20:05 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih melakukan penahanan terhadap dua tersangka hoax surat suara pemilihan presiden (Pilpres) sudah tercoblos untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Penyidik masih menyiapkan berkas pemeriksaan tersangka hoax atas nama Usep Riyana (27) dan Andi Kusmana (25)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, di Medan, Senin (15/4/2019).

Tatan mengatakan, berkas dua tersangka hoax akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan setelah pemilu dilaksanakan. Sebab, saat ini polisi masih fokus dalam hal pengamanan pemilu.

Usep Riyana warga Kampung Citapen, Desa Sukajata, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat. Andi Kusmana warga Desa Situmandala Kecamatan Rancah, Ciamis, Jawa Barat. Keduanya ditangkap dari kawasan tempat tinggalnya masing-masing.

"Usep Riyana dan Andi Kusmana tidak saling kenal. Namun, keduanya merupakan relawan dari salah satu pasangan calon presiden. Keduanya ditangkap dalam waktu yang berbeda. Motif kedua pelaku juga sama yaitu menyebarkan video kerusuhan waktu Pilkada di Tapanuli Utara," kata Tatan.

Tatan menambahkan, video itu kemudian diedit dengan menambahkan kata-kata dan menyebarkannya ke dunia maya. Adapun kalimat yang diunggah di akun facebook Kusmana itu mengundang kehebohan atas tuduhan terhadap penyelenggara pemilu.

"KPU Medan di Grebek Warga Sedang mencoblos Surat suara 01 kecurangan sudah mulai terlihat secara nyata...keburukan petahana kebusukan rezim jokowi dan kualisinya mulai terbongkar. Penguasa B*****t". Unggahan ini dilaporkan oleh KPU Medan pada Minggu 3 Maret 2019.

Dalam akun lainnya, tersangka Usep dengan memalsukan nama atas nama Muhammad Adrian itu, menampilkan kalimat yang tidak pantas.

"Memang k*****t kau KPU di Sumatera Utara Surat Suara Tercoblos 01 semua..?" Pelapor adalah Komisioner Divisi Advokasi dan Hukum KPU Sumut, Ira Wartati.

Disebutkan, peristiwa ini merupakan hoax pertama yang menyerang KPU Sumut dan Kota Medan. Ia menjelaskan, pelaporan yang dilakukan ke polisi sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Menurut Tatan, kedua pelaku dijerat dengan 28 (2) jo Pasal 45a (2) UU Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Subsider Pasal 14 (1) UU RI No 1 Tahun 1946. Ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara sehingga dilakukan penahanan.



Sumber: Suara Pembaruan