Relawan KMA Diimbau Kawal TPS

Relawan KMA Diimbau Kawal TPS
Relawan cawapres 01 KH Ma'ruf Amin (KMA), Master C19 Portal KMA siap mengawal Pemilihan Presiden 2019. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 15 April 2019 | 22:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Master C19 Portal KMA tidak berleha-leha pada masa tenang Pilpres 2019. Organ jaringan relawan khusus cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (KMA) itu, terus menyerukan kepada para relawan agar tidak golput.

Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, Gus Syauqi Ma'ruf Amin yang juga putra cawapres nomor urut 01 mengatakan, relawan harus menggunakan haknya.

Pasalnya, dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan menyoblos paslon 01, merupakan bagian dari ijtihad dan jihat memajukan Indonesia.

"Kami kembali menyerukan kepada pada relawan dan masyarakat agar tidak golput. Karena itu bagian dari ijtihad dan jihad kita untuk bangsa dan negara," ujar Gus Syauqi, Menteng, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Putra kelima Kiai Ma'ruf ini juga mengatakan, relawan dan masyarakat tidak takut datang ke TPS. Hal itu seperti yang diserukan Presiden Joko Widodo saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (13/4/2019) lalu.

"Saat kampanye kemarin, Pak Jokowi juga menegaskan, aparat akan melindungi masyarakat yang ingin menyalurkan hak suaraya di TPS," ujar Gus Syauqi kepada Beritasatu.com.

Direktur Master C19 Portal KMA Doddy Dwi Nugroho mengungkapkan, pada coblosan nanti, pihaknya akan mengerahkan ribuan relawan untuk mengawal proses pemungutan suara.

"Kita ingin memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan jurdil (jujur dan adil). Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan relawan mengadukan," kata Doddy Dwi Nugroho.

Lebih lanjut Doddy Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya memang membuka layanan pengaduan khusus untuk dugaan pelanggaran pada pencoblosan nanti. Layanan pengaduan itu bisa disampaikan ke aplikasi Master C19 Portal KMA.

"Iya, aplikasi Master C19 Portal KMA yang selama ini digunakan untuk konsolidasi relawan akan dijadikan layanan pengaduan," pungkas Doddy Dwi Nugroho.



Sumber: Suara Pembaruan