Surat Suara untuk Narapidana Pakai Cadangan di TPS

Surat Suara untuk Narapidana Pakai Cadangan di TPS
Ilustrasi surat suara pilkada. ( Foto: Antara )
Adi Marsiela / JEM Selasa, 16 April 2019 | 13:18 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Para warga binaan atau penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy, Bandung bisa menggunakan hak suaranya pada pemilihan serentak 17 April 2019 mendatang. Panitia penyelenggara pemilihan bakal memanfaatkan cadangan surat suara dari berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di sekitar dua lembaga pemasyarakatan itu.

Juru bicara Forum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Bandung, Dedi Kurniawan menyatakan, pemanfaatan surat suara cadangan dari berbagai TPS itu sudah disepakati oleh seluruh penyelenggara pemilihan umum. “Rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat juga demikian,” kata Dedi ketika dihubungi, Senin (15/4/2019).

Pemanfaatan cadangan surat suara dari masing-masing TPS di sekitar Sukamiskin dan Banceuy itu berkisar 1-1,5 persen dari ketetapan cadangan surat suara sebesar 2 persen di masing-masing TPS.

Berdasarkan aturan dari KPU, setiap TPS melayani maksimal 300 pemilih. Maka surat suaranya ada 300 set. Cadangan di masing-masing TPS itu 2 persen dari total kebutuhan. Maka di setiap TPS akan ada 6 set surat suara. “Jadi cadangan yang diambil buat kebutuhan pemilih tambahan di lembaga pemasyarakatan itu sekitar satu hingga empat (set) surat suara dari masing-masing TPS,” kata Dedi.

Untuk kebutuhan pemilihan di Sukamiskin, sambung Dedi, ada 884 orang. Pemenuhannya diambil dari 249 TPS di Kecamatan Arcamanik. Total seluruh TPS itu melayani 55.244 pemilih tetap serta 301 pemilih tambahan yang bukan warga binaan atau narapidana. “Untuk kebutuhan di Lapas Banceuy ada 441 pemilih. Surat suara diambil dari 253 TPS di sekitar lapas tersebut. Total daftar pemilih tetap di Kecamatan Bojongloa Kidul mencapai 57.974 orang,” imbuh Dedi.

Panitia pemilihan, ungkap Dedi, bakal memberikan surat suara sesuai dengan alamat domisili warga binaan, sebelum masuk ke lembaga pemasyarakatan. Apabila narapidana itu mengantongi kartu identitas penduduk Kota Bandung, maka mereka mendapatkan surat suara lebih banyak, kecuali untuk DPRD Kota, karena memilih di luar alamat domisilinya.

“Jika narapidana asal luar Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat maka akan dapat surat suara pemilihan presiden saja. Mereka dianggap pemilih tambahan dari luar daerah,” terang Dedi.

Secara terpisah, Komisioner Divisi Perencanaan dan Logistik Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Nina Yuningsih mengatakan, fasilitasi logistik untuk pemilih di lembaga pemasyarakatan itu merupakan solusi agar setiap pemilih bisa menyalurkan hak suaranya. Hal serupa berlaku untuk pemilih yang sudah mengajukan formulir perpindahan memilih.

Secara umum, kata Nina, total pemilih di Jawa Barat saat ini tercatat sebanyak 33.276.905 orang atau yang terbanyak untuk wilayah provinsi di Indonesia. Para pemilih ini tersebar di 5.975 desa atau kelurahan. Mereka bakal menyalurkan hak suaranya pada 138.123 TPS. “Sebaran logistik sudah mencapai 99 persen,” terang Nina.

Berdasarkan rapat pleno terakhir, KPU Jabar memutuskan ada 6.060 pemilih tambahan yang bakal menyalurkan suaranya pada 83 TPS di delapan kabupaten dan kota. Sebarannya, masing-masing, ada 23 TPS di Kabupaten Bogor, 1 TPS di Kabupaten Purwakarta, 3 TPS di Kabupaten Bekasi, 25 TPS di Kabupaten Bogor, 4 TPS di Kabupaten Cirebon, 6 TPS di Kabupaten Indramayu, 1 TPS di Kota Sukabumi, 4 TPS di Kota Bandung, dan 16 TPS di Kota Depok.

“Ini terkait data pemilih yang sebelumnya masuk daftar pemilih khusus dan disahkan masuk dalam daftar pemilih tetap. Ini berpengaruh pada penambahan TPS. Kami sudah sampaikan keputusan rapat tanggal 12 April 2019 ini ke KPU RI untuk keperluan surat suaranya. Dijanjikan pada petang sore ini sudah selesai dan kami jemput surat suaranya,” terang Nina.

Terkait kerusakan kotak suara di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Nina mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi ada 300 dari 680 kotak suara yang tidak bisa digunakan kembali. Kerusakan terjadi akibat ada puting beliung yang mengakibatkan air dan lumpur masuk ke gudang penyimpanan kotak suara.

“Kejadiannya Minggu (14/4) malam saat petugas tengah packing di dalam gudang. Tiba-tiba ada angin puting beliung, tidak sempat menyelamatkan kotak suara. Di dalam kotak suara itu sudah ada surat suara dalam sampul yang sudah dimasukkan dalam plastik. Packing itu tadinya mau membungkus kotak suara dengan plastik dan disegel tapi tidak sempat terselamatkan,” imbuh Nina.

Guna mengantisipasi kekurangan kotak suara, Nina menerangkan, pihaknya sudah meminjam kotak suara dari kabupaten lain yang memang berlebih. “Surat suara aman karena sudah di dalam plastik,” kata Nina.



Sumber: Suara Pembaruan