Imigrasi Bengkulu Deportasi 3 WNA Asal Tiongkok

Imigrasi Bengkulu Deportasi 3 WNA Asal Tiongkok
Puluhan WNA asal Tiongkok diamankan di Polres Bogor ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Usmin / JAS Selasa, 16 April 2019 | 13:31 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan dinyatakan terbukti melanggar dokumen Keimigrasian, pihak Imigrasi Kelas 1 Bengkulu akhirnya, Kamis (26/1/2017) mendeportasi tiga dari empat orang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Ketiga WNA yang terjaring dari hasil razia yang dilakukan pihak Imigrasi di lokasi tambang milik PT Mingan Minning, Kabupaten Bengkulu Utara pada tanggal 19 Januari 2017 lalu, berinisial, LYL, WRH, dan LWB.

Sedangkan satu lagi WNA juga terjaring di lokasi yang sama, berinisial ZGY memiliki izin tinggal terbatas, tetapi tidak melapor. Mereka kemudian dikembalikan pihak Imigrasi Bengkulu ke Jakarta untuk dilakukan pengurusan izin tinggalnya, karena belum ada izin keberadaannya di Bengkulu.

Kemudian, ada satu tambahan WNA lain asal Sierra Leone, berinisial FSJ, hasil penyelesaian tahanan di Lapas Bengkulu, dialihkan ke kantor pusat.

Plh Kepala Devisi Keimigrasian Kementrian Hukum dan HAM Bengkulu, Herianto mengatakan, pendeportasian tiga WNA Tingkok ini, dalam rangka menjalankan perintah pengawasan serentak yang ditugaskan Kantor Pusat, dengan pengambilan sampling untuk wilayah Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu yang dimulai dari tanggal 16 sampai 20 Januari 2017 lalu.

“Ketiga WNA tersebut telah diberangkatkan ke Jakarta, dengan dikawal empat petugas Keimigrasian Bengkulu, untuk selanjutnya dideportasi ke negara asalnya. Diusulkan pencegahan tahap pertama selama enam bulan ke depan. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu Rafly menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan rutin terhadap keberadaan orang asing yang ada dalam wilayah Bengkulu.

Apalagi dari pendataan sebelumnya, tercatat ada sekitar 260 WNA asal Tiongkok, saat ini berada dalam wilayah Bengkulu, dan 237 orang di antaranya merupakan tenaga kerja, sedangkan sisanya merupakan pengikut.

“Kita terus meminta peran aktif dari semua pihak termasuk masyarakat, apabila ada melihat orang asing agar melaporkannya ke pihak Imigrasi Bengkulu. Mengingat setiap WNA yang melanggar aturan Keimigrasian, dipastikan akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan