ATVSI Menilai Putusan MK terkait Quick Count Janggal

ATVSI Menilai Putusan MK terkait Quick Count Janggal
Ketua Umum ATVSI Ishadi ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 16 April 2019 | 21:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mempertanyakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi pasal terkait waktu publikasi hitung cepat atau quick count Pemilu 2019.

Ketua Umum ATVSI Ishadi mengatakan, putusan MK itu cukup janggal karena terdapat perbedaan dengan putusan MK jelang pemilu 2009 dan 2014 lalu.

"Secara prinsip ATVSI dan seluruh penyiaran televisi menerima putusan tersebut. Namun, ada beberapa hal yang mengganjal pada kami karena dua kali gugatan seperti ini dikabulkan MK," kata Ishadi di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Dalam perkara ini, ATVSI menguji Pasal 449 ayat (2), ayat (5), Pasal 509, dan Pasal 540 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemilu.

Pasal-pasal itu mengatur quick count baru boleh dipublikasikan dua jam setelah pemungutan suara di zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berakhir, beserta sanksi apabila ketentuan tersebut dilanggar.

ATVSI menggugat pasal-pasal tersebut agar publikasi quick count bisa langsung dilakukan sejak pagi hari.

Gugatan serupa juga pernah diajukan terhadap aturan serupa menjelang pemilu 2009 dan 2014. Saat itu, MK mengabulkan sehingga quick count sudah bisa dipublikasikan lebih awal.

Namun, kali ini MK menolak gugatan serupa dengan alasan menjaga kemurnian suara. Meski mempertanyakan, namun ATVSI pada prinsipnya dapat menerima putusan MK ini.

"Dengan keputusan ini kami akan pertimbangkan. Kami akan bahas terlebih dulu secara internal sebelum menyiapkan langkah-langkah berikutnya," kata Ishadi.



Sumber: BeritaSatu TV