Komitmen Pemimpin Daerah Penting Bagi Pembangunan Pariwisata

Komitmen Pemimpin Daerah Penting Bagi Pembangunan Pariwisata
Menteri Pariwisata Arief Yahya. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Selasa, 16 April 2019 | 21:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Faktor terpenting dalam peningkatan industri pariwisata adalah faktor 3A yakni pengembangan amenitas, atraksi dan peningkatan aksesbilitas. Hal itu dianggap penting bagi kemajuan pariwisata Indonesia di daerah agar mampu dikenal oleh wisatawan mancanegara. Namun satu lagi hal yang terpenting dalam peningkatan industri pariwisata di Indonesia agar menjadi devisa negara adalah CEO Komitmen para pejabat di daerah untuk mengembangkan wisata di daerahnya.

Hal itu diungkapkan Menpar, Arief Yahya dalam diskusi bersama Tempo di Ruang Auditorium Gedung Tempo, Jakarta, Senin (15/4/2019).

"Poin saya, CEO (presiden) sendiri yang mengatakan bahwa pariwisata menjadi leading sector dan selanjutnya semua kementrian lembaga mendukungnya. Kalau sudah komitmen maka akan cepat sekali berkembang. Karena selain faktor 3 A yang kini terus dikebut oleh pemerintah, perlu juga CEO komitmen dari masing-masing kepala daerah baik ditingkat provinsi (Gubenur) atau di tingkat Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota) yang menentukan setara 80 persen pengaruhnya. Pariwisata mudah dan murah meningkatkan PDB, devisa hingga pembukaan lapangan kerja. Namun lagi-lagi perlu ada komitmen dari kepala daerah untuk membuat pariwisata di daerahnya maju," ungkap Menpar Arief Yahya.

Dalam kesempatan itu, dirinya mencontohkan Banyuwangi yang kini pariwisata maju lantaran Bupati Abdulllah Azwar Anas mendukung kemajuan pariwisata di daerahnya dengan rajin mengenalkan potensi daerahnya sebagai daerah wisata yang cocok bagi wisatawan. Tak hanya itu, melalui kebijakan-kebijakannya masyarakat juga dididik untuk sadar wisata dengan mengadakan berbagai event pariwisata. Hasilnya, kini PAD Banyuwangi jauh melampaui PAD daerah lain yang sumbernya dari pariwisata.

"Komitmen kepala daerah itu penting bagi peningkatan industri parwisata. Kebijakan-kebijakan Pemerintah juga perlu agar pariwisata bisa jadi unsur penting peningkatan pendapatan masyarakat. Selama ini pariwisata tidak pernah ditetapkan sebagai leading sector, baru sekali ini ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Manfaatnya, setelah ditetapkan, tidak ada yang tidak mendukung pengembangan sektor pariwisata,” lanjutnya.

Tantangan terbesar di Kempar adalah birokrasi yang membuat lambat. Karena itulah untuk mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, dibutuhkan transformasi dari birokrasi menuju korporasi melalui teknologi digita, dan dilakukan deregulasi. Ia mencontohkan Vietnam yang saat ini mampu menjadi investor darling dan tourist darling sejak menerapkan deregulasi besar-besaran di sektor pariwisata.

Dalam diskusi tersebut, selain dihadiri Menpar, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum pun turut hadir dalam acara diskusi tersebut. Dimana dalam diskusi tersebut, kedua kepala daerah itu menjelaskan kolaborasi dan inovasi menjadi dasar bagi pembangunan di daerah sebagai daerah pariwisata akan bisa menyejahterkan masyrakatnya.



Sumber: BeritaSatu.com