Hari Pencoblosan, Warga Bandung Masih Bisa Buat E-KTP

Hari Pencoblosan, Warga Bandung Masih Bisa Buat E-KTP
Perekaman E-KTP. ( Foto: Antara / Adeng Bustomi )
Adi Marsiela / FMB Rabu, 17 April 2019 | 09:32 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memastikan pelayanan publik berupa perekaman KTP (kartu tanda penduduk) elektronik tetap berjalan pada hari pencoblosan, Rabu, 17 April 2019.

“Bisa saja ada warga Kota Bandung yang saat hari pencoblosan nanti belum memiliki dokumen kependudukan. Hal tersebut saya harap bisa ditangani oleh Disdukcapil (Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Bandung),” ujar Yana yang jadi Pembina apel pagi di kantor dinas tersebut, Bandung, Selasa (16/4/2019).

Pelayanan perekaman KTP elektronik itu akan berlangsung di seluruh kecamatan di Kota Bandung.

Wakil wali kota yang kader Partai Gerindra ini juga menyatakan, langkah tersebut diambil untuk mengantisipsi keluhan masyarakat yang tidak bisa memakai hak pilihnya di TPS karena terkendala administrasi seperti kepemilikan KTP elektronik.

“Kita sudah pantau sampai ke titik-titik kewilayahan mengenai kesiapan Kota Bandung. Saya juga sudah menitipkan, sekecil apapun potensi permasalahan, harus sigap ditangani sejak di kewilayahan,” tegas Yana.

Menanggapi perintah itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong Warliati Nuraeni mengatakan, pada hari pencoblosan pihaknya bakal memiminalisir keluhan warga yang tidak bisa mencoblos karena terkendala persyaratan dokumen kependudukan. “Itu menjadi tanggung jawab kami,” ujar Popong.

Untuk itu, Popong mengajak warga Kota Bandung segera melakukan perekaman E-KTP agar dapat menggunakan hak pilihnya. “Datang saja ke kecamatan atau gerai-gerai Disdukcapil Kota Bandung, akan kami layani untuk perekaman E-KTP,” tutur Popong.

Secara terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok mengatakan, warga yang namanya tidak terdata di data pemilih tetap namun memiliki KTP elektronik tetap bisa menyalurkan hak pilihnya. Namun, penggunaan hak pilih itu hanya bisa dilakukan di tempat pemungutan suara sesuai dengan alamat yang tercantum di KTP elektronik atau surat keterangan yang dipegangnya.

“Waktu untuk mereka yang disebut pemilih khusus itu baru bisa mulai pukul 12 siang. Dengan catatan, penyaluran hak suara di TPS sesuai alamatnya,” imbuh Rifqi.



Sumber: BeritaSatu.com