Coblos dengan E-KTP Harus Bawa Fotokopi

Coblos dengan E-KTP Harus Bawa Fotokopi
Suasana pencoblosan di TPS 44 di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019). ( Foto: suarapembaruan / Hotman Siregar )
Jeany Aipassa / JAS Rabu, 17 April 2019 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jangan lupa membuat fotokopi atau salinan dari KTP elektronik (e-KTP) Anda, jika hendak mencoblos dengan menggunakan e-KTP karena tak memiliki formulir C6. Jika tidak, Anda bisa kelabakan saat diminta oleh Petugas TPS, apalagi jika datang sudah mepet waktu.

Hal itu juga yang dialami Ary, warga Jalan Nasional RT.03 RW 012, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ary yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hendak menyalurkan suaranya dengan menggunakan e-KTP di tempat pemungutan suara (TPS) yang sesuai dengan alamat tempat tinggalnya.

Ary dikategorikan sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) karena tidak masuk DPT dan memilih dengan menggunakan e-KTP.

Awalnya Ary begitu senang karena dapat menyalurkan hak suaranya di pemilihan umum (Pemilu) 2019, meski tidak masuk DPT. Apalagi dia sudah membaca informasi bahwa cukup datang ke TPS dan melapor ke petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menunjukkan e-KTP dan menunggu waktu pencoblosan dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Sesuai alamat e-KTP miliknya, Ary dapat mencoblos di TPS 107, RT.03 RW.012 Cawang. Namun saat datang dan melapor ke petugas KPPS, Ary kaget karena diberitahukan bahwa selain membawa e-KTP dia juga harus membawa fotokopi atau salinannya.

Menurut Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di TPS 107 RT.03 RW.012 Cawang, Riyadi, fotokopi e-KTP dibutuhkan sebagai pengganti form C6 agar memudahkan penghitungan suara.

Riyadi juga memberitahukan bahwa Ary harus kembali ke TPS tersebut sebelum jam 12.00 WIB agar masuk dalam antrean untuk memberikan hak suara, sesuai waktu yang diberikan bagi pemilih yang masuk DPK.

Mendengar penjelasan tersebut, Ary kelabakan karena harus mencari tempat layanan fotokopi. Beberapa warga kemudian memberitahukan tempat fotokopi terdekat dengan lokasi TPS tersebut.

Namun sebelum meninggalkan TPS 107 untuk ke tempat fotokopi, Ary berulangkali memastikan bahwa surat suara masih tersedia untuknya dan petugas KPPS memberi jaminan bahwa surat suara di TPS tersebut masih banyak.



Sumber: Suara Pembaruan