27 Tahanan KPK Pilih Golput

27 Tahanan KPK Pilih Golput
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Fana Suparman / YUD Rabu, 17 April 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi para tahanan kasus korupsi untuk menggunakan hak pilihnya dengan menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Gedung Merah Putih KPK yang merupakan cabang dari TPS 012 Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (17/3). Namun, dari 63 tahanan yang ditahan di tiga Rutan Cabang KPK, terdapat 27 tahanan KPK yang tidak menggunakan hak pilihnya.

"Total tahanan yang menggunakan hak pilih 36 orang dari total 63 yang tercatat," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Febri menuturkan, 10 tahanan di Rutan KPK Cabang C-1 (Gedung KPK Lama) memberikan hak suaranya. Kemudian dari 26 tahanan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, hanya 21 tahanan yang memberikan hak suaranya.

"Dan untuk tahanan di Rutan K4 (Gedung Merah Putih KPK) hanya 5 tahanan perempuan nyoblos. Semua tahanan pria tidak ada yang menggunakan hak pilih, tercatat 22 orang," kata Febri.

Salah satu tahanan KPK yang menggunakan hak pilihnya adalah mantan Sekjen Golkar dan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham. Namun, Idrus menutup rapat pasangan capres-cawapres yang menjadi pilihannya.

Idrus hanya berharap Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai. Terdakwa perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini menegaskan, Pemilu 2019 merupakan momentum untuk menentukan nasib bangsa ke depan.

"Itulah sebabnya kita datang apapun kita diborgol, kita diapa-apakan enggak ada masalah karena kita ingin menggunakan hak pilih kita. Karena hak pilih kita ini adalah meskipun satu suara tapi memiliki penting bagi masa depan bangsa," katanya. (F-5)



Sumber: Suara Pembaruan