GP Ansor: Jangan Klaim Kemenangan, Tunggu Hasil Resmi KPU

GP Ansor: Jangan Klaim Kemenangan, Tunggu Hasil Resmi KPU
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 18 April 2019 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas
memberi apresiasi kepada Prabowo Subianto yang meminta para pendukungnya untuk tetap tenang dan tidak menggunakan cara-cara di luar hukum dalam menyikapi hasil Pilpres 2019.

Namun, Yaqut Cholil menyayangkan klaim kemenangan yang telah dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

“Seharusnya, ya tunggu dulu hasil resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum). Masak mendahului begitu,” kata Yaqut, Kamis (18/4/2019).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, hasil resmi akan disampaikan KPU pada 22 Mei mendatang. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para elite politik untuk menahan diri, tidak melakukan klaim-klaim atau perayaan kemenangan berlebihan.

“Tidak justru membakar emosi para pendukungnya dengan mengklaim seolah-olah telah terpilih sebagai presiden. Saya kira apa yang disampaikan Pak Jokowi yang hanya mengucapkan syukur merespons hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei, sangat tepat. Tidak ada perayaan atau eforia kemenangan. Adem,” tandas Gus Yaqut dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Jika memang keberatan dengan hasil perhitungan, jelas dia, ada mekanisme yang sudah disediakan, mulai dari tingkatan paling bawah hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau Pak Prabowo keberatan dengan hasil Pilpres, ya ajukan saja keberatannya melalui jalur yang sudah disediakan. Ada KPU, Bawaslu, DKPP. Kalau perlu ajukan ke MK sebagai mekanisme penyelesaian sengketa. Simpel. Kita menginginkan semua diselesaikan dalam kerangka demokrasi. Jangan mendelegitimasi penyelenggara Pemilu,” ujar Gus Yaqut.

Selanjutnya Gus Yaqut meminta elite-elite politik juga memberi pengertian kepada para pendukungnya untuk tetap tenang, menghindari potensi ketegangan, serta menjaga suasana tetap kondusif pasca-Pilpres.

Gus Yaqut menentang segala bentuk perlawanan menolak hasil Pemilu yang bertentangan dengan demokrasi. “Ada yang mengajak melakukan people power, membakar masyarakat untuk melawan dengan cara-cara inkonstitusional. Ini harus dilawan karena justru mencederai demokrasi. Menang dan kalah dalam sebuah kontestasi itu biasa dalam demokrasi,” tandasnya.

Dia mengatakan, sejauh ini Pemilu sudah dilaksanakan dengan jurdil, transparan, dan tanpa intervensi apa pun. Pemilu menjadi pesta untuk seluruh rakyat Indonesia, terlihat dari antusiasme mengikuti hajatan lima tahun sekali ini sangat tinggi.

Sebab itu, lanjutnya, siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden nanti harus didukung. “Siapa pun yang terpilih, ya harus didukung karena ini merupakan pilihan rakyat. Presiden terpilih bukan milik satu kelompok atau golongan tertentu, tetapi milik semua rakyat Indonesia. Dan saya yakin, Presiden Jokowi misalnya nanti yang terpilih pasti akan mengayomi semua untuk memimpin dan membawa bangsa dan negara lebih maju dari hari ini,” tegasnya.

Gus Yaqut berharap, pascapesta demokrasi ini seluruh rakyat Indonesia kembali bersatu, menjaga persatuan dan kesatuan. “Berbeda pandangan dan pilihan politik itu wajar dalam negara demokrasi. Biasa saja. Yang penting adalah persatuan bangsa harus tetap dijaga. Mari rekatkan kembali. Hidup dalam suasana harmonis jauh lebih nyaman dan menyenangkan,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan