Ganjar Apresiasi Partisipasi Masyarakat Jateng di Pemilu 2019

Ganjar Apresiasi Partisipasi Masyarakat Jateng di Pemilu 2019
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, Ketua KPU, Bawaslu, Ketua MUI dan jajaran Forkompimda, saat menggelar konferensi pers di Semarang, Kamis (18/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / FER Kamis, 18 April 2019 | 20:24 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) berlangsung aman dan damai. Tidak ada kejadian serius yang membuat pesta demokrasi lima tahunan itu terhambat.

"Semua berjalan lancar, sampai sekarang tidak ada laporan problem serius yang terjadi khususnya soal keamanan. Ini menunjukkan kualitas demokrasi masyarakat Jawa Tengah makin hari makin baik," ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat menggelar konferensi pers, di Semarang, Kamis (18/4/2019).

Ganjar mengatakan, pelaksanaan pemungutan suara di seluruh wilayah Jateng berjalan sukses dan aman. Antusiasme masyarakat dalam Pemilu tahun ini, juga meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari ramainya TPS-TPS di Jawa Tengah saat proses pencoblosan berlangsung.

"Untuk datanya tadi sudah disampaikan oleh KPU mencapai 80 persen. Tingkat partisipasi ini melampaui target dan saya lihat sendiri saat pagi mencoblos, masyarakat sudah berkumpul bahkan sebelum pukul 07.00 WIB," imbuh Ganjar Pranowo.

Ganjar mengakui, pelaksanaan pemungutan suara di Jateng tidaklah sempurna. Sejumlah masalah kecil seperti surat suara yang tertukar, kelebihan surat suara dan kesalahan administrasi memang masih terjadi.

"Tapi semuanya dapat ditangani dengan baik. Yang paling serius adalah adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS. Namun pemungutan suara ulang itu bukan karena pelanggaran serius, hanya karena kesalahan administrasi saja," jelas Ganjar Pranowo.

Ganjar menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait dalam suksesnya penyelenggaraan pemilu tahun ini. Masyarakat juga diimbau untuk bersabar dan menunggu hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunggu putusan resmi siapa pemenang kontestasi pemilu 2019.

Ganjar meminta seluruh masyarakat untuk melupakan panasnya persaingan saat kampanye berlangsung. Dengan berakhirnya proses pemungutan suara, sudah saatnya sekarang semua masyarakat bersatu kembali, saling merangkul dan bersilaturahmi seperti semula.

"Kepada masyarakat, pesta sudah selesai. Mari kita kembali bekerja dan menjalani rutinitas masing-masing. Kalau kemarin ada 01, ada 02, kalau dijumlah jadi 03, yakni persatuan Indonesia," tandas Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan, meski sejumlah daerah ditetapkan sebagai daerah rawan, namun saat pelaksanaan pencoblosan kemarin semua berjalan aman.

"Saya sendiri bersama pak Pangdam berkeliling ke sejumlah tempat, seperti di Temanggung dan Soloraya. Semuanya berjalan aman dan kondusif," tegas Condro Kirono.

Meski begitu, Condro mengatakan, akan tetap mengamankan seluruh tahapan pemilu hingga tuntas. Pascapencoblosan, tim pengamanan difokuskan menjaga rekapitulasi di Kecamatan hingg nanti di Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat mengatakan, memang ada tiga TPS di Jawa Tengah yang harus dilakukan pemungutan suara ulang. Tiga TPS itu yakni dua di Kabupaten Tegal dan satu di Kabupaten Jepara. Namun PSU yang dilakukan bukan karena pelanggaran serius, melainkan hanya pelanggaran administrasi.

"Misalnya di TPS Jepara, kesalahan hanya karena Ketua KPPS nya berhalangan hadir dan diganti orang lain yang tidak sesuai dengan yang tertera dalam blanko. Sementara dua TPS di Kabupaten Tegal, persoalan yang terjadi hanya karena ada pemilih diluar DPT namun mencoblos di TPS itu," jelas Yulianto.

Yulianto menambahkan, proses pemungutan suara ulang di tiga TPS itu akan dilaksanakan pada Sabtu (20/4/2019). "Sekarang kami sedang kebut distribusi logistik dan persiapan-persiapan lainya. Kami juga akan gencar sosialisasi kepada masyarakat setempat agar tetap antusias mengikuti pemungutan suara ulang," tandas Yulianto.



Sumber: Suara Pembaruan