BPN Minta KPU Tindaklanjuti Kecurangan Pemilu 2019

BPN Minta KPU Tindaklanjuti Kecurangan Pemilu 2019
Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan ( Foto: beritasatu tv )
Robertus Wardi / YUD Minggu, 21 April 2019 | 12:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendorong penyelenggara pemilu segera menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan pemilu 2019 yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Pembiaran terhadap dugaan kecurangan dinilai bisa mempengaruhi kualitas pemilu.

"Ada banyak sekali laporan indikasi kecurangan pemilu yang jika tidak diatasi sejak awal akan mempengaruhi keseluruhan kualitas pemilu," kata Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan di Jakarta, Minggu (21/4).

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional ini melihat‎ selama proses pemilu ada berbagai bentuk dugaan kecurangan terjadi dan seolah-olah dibiarkan. Mulai dari Capres incumbent Jokowi yang tidak cuti saat berkampanye. Kemudian kertas suara tercoblos untuk salah satu paslon di Malaysia, hingga proses pemungutan suara yang dilakukan oknum petugas KPPS.

Dia berharap‎ penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih konsisten dengan misinya mewujudkan pemilu bersih, jujur dan adil. Sebab, kecurangan pemilu bisa merontokkan moral bangsa ini.

"Sanggupkah kita tegak sebagai bangsa ketika hasil pemilu didapatkan dengan cara tidak benar dan itu dibiarkan?" tanya Ferry.

Dia menghimbau masyarakat mengirimkan foto C1 ke BPN guna mengecek silang kesahihan antara data yang dikirim para relawan Prabowo-Sandi dengan data rekapitulasi suara KPU. Hal itu juga untuk mencegah kecurangan yang lebih masif.

"‎Kita bisa kroscek data antara yang dimiliki masyarakat, BPN dan KPU. Mari kita kawal proses ini agar terwujud pemilu jujur dan adil," tutup Fery.



Sumber: Suara Pembaruan