Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu

Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan para pegawai perempuan di Kementerian Keuangan merayakan Hari Kartini 21 April 2019. ( Foto: Ist )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 21 April 2019 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Merayakan Hari Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan para pegawai perempuan di Kementerian Keuangan berbagi cerita mengenai tantangan yang mereka hadapi sebagai perempuan. Terungkap bahwa tantangan perempuan saat ini masih berkutat di pilihan sulit antara karier dan keluarga, membuktikan bahwa perempuan lebih mampu dibandingkan laki-laki, hingga menterjemahkan kesetaraan gender dalam kebijakan publik.

Menkeu mengadakan dialog dengan pegawai perempuan -Kartini Kementerian Keuangan-, mulai dari pegawai yang sudah mencapai puncak karier sebagai pejabat eselon satu dan dua di Kemekeu dan BUMN Kemekeu hingga dengan perwakilan pegawai generasi milenial perempuan yang baru mulai bekerja di Kemkeu.

"Perjuangan dan pemikiran Kartini adalah sumber inspirasi bagi kami semua, yang hingga kini masih sangat relevan. Kartini tidak berjuang hanya untuk dirinya sendiri, namun beliau berjuang untuk perempuan-perempuan lain dalam memperoleh persamaan hak dan kesempatan untuk maju dan berperan positif dalam keluarga, masyarakat, negara dan dunia. Semangat itulah yang saya lihat dan temui dari para Kartini Kemkeu, dan saya berharap semangat itu ada di hati dan pikiran seluruh perempuan Indonesia," kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya hari ini.

Sri Mulyani dan para Kartini kemkeu berdiskusi bagaimana mereka dibesarkan di keluarga masing-masing, bagaimana memulai karier, tantangan dan harapan sepanjang karier mereka, dan bagaimana menyikapi tantangan sebagai seorang perempuan yang bekerja di kantor dan juga sekaligus menjadi seorang anak/ibu/istri di rumah.

Dalam perbincangan yang hangat dan santai itu, Sri Mulyani belajar dari para Kartini kemkeu bahwa peran keluarga, terutama orang tua, sangat menentukan pilihan awal dan kesuksesan belajar dan karier, dan para Kartini kemkeu ingin membangun karier dan keluarga secara seimbang. Sri juga mengagumi semangat pantang menyerah dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam berkarier dan berkeluarga.

"Sebagai perempuan, mereka sering harus membuktikan lebih mampu dan lebih pantas untuk menduduki suatu jabatan dibandingkan lelaki. Peran laki-laki (ayah, saudara dan suami) dalam menciptakan dan mendorong persamaan kesempatan dan hak serta kemajuan juga sangat menentukan," kata Sri.

"Berbagai kisah para Kartini Kemenkeu membuat saya kagum. Saya meminta Kartini Kemkeu harus mampu menggunakan pengalaman mereka untuk dapat menyusun dan mempengaruhi kebijakan nasional yang dapat memahami tantangan dan kebutuhan perempuan, dan menterjemahkan perbedaan gender dalam kebijakan publik sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat menberikan kesempatan yang adil dan sama bagi perempuan dan laki-laki," lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com