Mendagri Sebut Alasan Mundur Bupati Madina Sangat Tidak Lazim

Mendagri Sebut Alasan Mundur Bupati Madina Sangat Tidak Lazim
Mendagri Tjahjo Kumolo di acara pengukuhan Tim Pemeriksa Daerah Periode 2019-2020, di Hotel Sari Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4). ( Foto: beritasatu.com / yustinus paat )
Carlos KY Paath / CAH Minggu, 21 April 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai kabar pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Dahlan Hasan Nasution. Tjahjo membenarkan bahwa Dahlan membuat surat pengunduran.

“Benar yang bersangkutan membuat surat tersebut. Secara prosedural, alamat surat ini tidak tepat. Harusnya ditujukan kepada DPRD untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur Sumut,” kata Tjahjo dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Minggu (21/4/2019).

Untuk diketahui, surat Dahlan bernomor 019.6/1214/TUPIM/2019 pada 18 April 2018 memang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tjahjo juga menyatakan, alasan Dahlan menanggalkan jabatannya begitu tak lazim.

“Alasan mundur ini sangat tidak lazim, sehingga akan mencederai amanat masyarakat yang telah memilih yang bersangkutan secara langsung. Akhir masa jabatan yang bersangkutan pada Juni 2021,” ungkap Tjahjo.

Dalam surat, Dahlan menuliskan bahwa pelaksanaan Pemilu di Madina berjalan aman, lancar, dan terkendali. Namun, hasilnya dinilai sangat mengecewakan serta tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mendagri menegaskan, pihaknya akan mempelajari pengunduran diri itu dan memanggil Dahlan.

“Langkah Kementerian Dalam Negeri. Pertama, kami pelajari dan panggil yang bersangkutan bersama Pemerintah Provinsi Sumut. Karena alasan mundurnya bisa jadi blunder yang bersangkutan. Kedua, kami akan terus komunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumut untuk fasilitasi,” ucap Tjahjo.

Disinyalir, pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak meraih hasil optimal di Madina. Kalah dari paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Dahlan tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Nusantara Untuk Jokowi (N4J), untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Melalui suratnya, Dahlan mengungkap, pembangunan di Madina cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Masyarakat pun sudah diberi pencerahan. “Namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden,” tulis Dahlan.

Berikutnya, “Sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan pemohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.



Sumber: Suara Pembaruan