Ma'ruf Amin Dinilai Solidkan Suara NU

Ma'ruf Amin Dinilai Solidkan Suara NU
KH Ma'ruf Amin ( Foto: Beritasatu Photo )
Bernadus Wijayaka / BW Minggu, 21 April 2019 | 22:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin hampir dipastikan memenangi kontestasi Pilpres 2019. Sayangnya, ada anggapan bahwa Ma'ruf Amin tidak berkontribusi dari kemenangan itu.

Putra Kiai Ma'ruf, yakni Gus Syauqi Ma'ruf Amin menyayangkan adanya anggap itu. "Ini patut disayangkan. Seharusnya, kemenangan ini dianggap sebagai buah kerja kolektif antara Pak Jokowi dan Abah," ujar Gus Syauqi di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Menurut pria yang juga Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA ini, pada Pilpres 2019, sosok Jokowi terlalu banyak diterpa isu fitnah. Ditambah dengan gerakan #2019GantiPresiden yang cukup masif.

"Isu fitnah dan gerakan #2019GantiPresiden tidak dapat dianggap remeh. Dan harus diakui menggerus suara Pak Jokowi," kata Gus Syauqi dalam keterangannya kepada Beritasatu.com.

Kehadiran sosok KMA sebagai cawapres Jokowi, lanjut Gus Syauqi, menjadi peredam fitnah dan gerakan yang menggerus suara Jokowi. "Terbukti perlahan isu fitnah dan gerakan #2019GantiPresidem meredup setelah Abah dipilih Pak Jokowi sebagai cawapresnya," tutur Gus Syauqi, pria murah senyum ini.

Bukan hanya meredam fitnah dan isu yang menggerus suara Jokowi, tetapi sosok KMA menyolidkan suara warga Nahdlatul Ulama (NU). Ya, mayoritas suara nahdliyin solid mendukung paslon 01.

Hal itu dapat dilihat dari rekam jejak Kiai Ma'ruf selama kampanye atau menyambangi kantong-kantong suara NU. "Dari di situ bisa dilihat, bagaimana warga Nahdliyin sangat antusias mendukung beliau menjadi wapres di periode 2019-2024," ungkapnya.

Dengan begitu, Ma'ruf Amin terbukti sebagai magnet bagi warga NU hingga solid memberikan dukungan kepada paslon 01. "Abah tidak hanya menambah suara Pak Jokowi, tetapi juga mengembalikan suara Pak Jokowi yang sebelumnya semakin tergerus oleh isu dan fitnah," pungkasnya.

Gus Syauqi mengimbau kepada masyarakat agar bersabar menunggu keputusan resmi hasil pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).



Sumber: Suara Pembaruan