Stres, Petugas KPPS Coba Bunuh Diri

Stres, Petugas KPPS Coba Bunuh Diri
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Aries Sudiono / YUD Senin, 22 April 2019 | 07:33 WIB

Malang, Beritasatu.com - Seorang ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Malang mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan senjata tajam. Korban diduga stress akibat terjadi selisih suara pada proses penghitungan suara untuk DPRD Kota Malang dan DPD di TPS yang ia pimpin. Korban berinisial SU (50) merupakan Ketua KPPS di TPS-07, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

“Korban melukai perutnya sendiri dengan senjata tajam, diduga karena stress setelah mengetahui ada selisih suara di Pileg DPRD Kota Malang dan DPD. Kini dia dirawat di RS Panti Nirmala, Kota Malang,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Minggu (21/4/2019) malam.

Menurut penuturan saksi keluarganya, kekeliruan (selisih suara) itu terus dipikirkan SU, hingga berujung pada percobaan bunuh diri. Semula korban ditemukan keluarganya di dalam kamar dengan luka tusuk di perutnya.

“Setelah dinterogasi, SU mengaku kelelahan dan stress akibat selisih suara pada saat penghitungan di TPS-07 Kelurahan Lesanpuro pada pelaksanaan Pemilu 2019 terus ia pikirkan. Ia merasa tidak enak jika ada yang menduganya curang. Dia kelelahan setelah beberapa hari mempersiapkan TPS dan kelelahan ketika pelaksanaan coblosan,” tandas Kapolres sambil membenarkan, karena terjadi selisih suara dalam penghitungan suara di DPD dan DPRD Kota Malang, ia secara tidak sadar untuk melupakannya ia kemudian ingin bunuh diri.

Ketika keluarganya dikonfirmasi SP secara terpisah, Senin (22/4) pagi, menurut keterangan dokter, kesehatan SU mulai membaik. 



Sumber: Suara Pembaruan