KPU Usul Santunan Keluarga Petugas yang Meninggal Rp 30-36 Juta

KPU Usul Santunan Keluarga Petugas yang Meninggal Rp 30-36 Juta
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman (tiga kiri), didampingi lima Komisioner KPU (kiri ke kanan), Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, dan Evi Novida Ginting Manik. ( Foto: Beritasatu Photo / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / JAS Senin, 22 April 2019 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat pleno membahas santunan bagi keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia. KPU, kata Arief, mengusulkan santunan sebesar Rp 30 juta hingga Rp 36 juta.

"Kami mengusulkan yang pertama besaran santunan untuk yang meninggal dunia kurang lebih Rp 30-36 juta," ujar Arief Budiman saat konferensi pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Bagi petugas yang cacat, kata Arief, pihak mengusulkan santunan maksimal sebesar Rp 30 juta. Santunan tersebut, kata dia, akan tergantung pada jenis musibah yang dialami petugas KPU jika cacat.

"Ketiga untuk luka, kami mengusulkan besarannya maksimal Rp 16 juta," tandas dia.

Arief mengatakan KPU rencananya besok akan bertemu dengan Kementerian Keuangan untuk membahas detail satunan bagi petugas KPU yang meninggal dunia dan sakit. Hal yang akan dibahas, antara lain mekanisme pemberian santunan dan mekanisme penyediaan anggarannya.

"Karena kan anggaran KPU tidak ada yang berbunyi nomenklaturnya santunan. Nah ini akan diperkenankan diambil dari pos anggaran mana yang KPU bisa melakukan penghematan dan anggarannya belum dipakai, nanti kami akan usulkan untuk bisa membiayai santunan ini," pungkas dia.

Sebelumnya, Arief mengatakan jumlah petugas KPU yang meninggal dunia saat menjalankan tugas bertambah menjadi 90 orang dan 374 orang yang sakit. Jumlah ini merupakan data sampai pukul 15.00 WIB.

"Jumlah update terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 90 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit," ujar Arief.

Petugas KPU yang meninggal dan sakit antara lain Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemilihan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), petugas ketertiban dan linmas yang bertugas proses pungut-hitung dan rekapitulasi suara.

Umumnya petugas KPU terkena musibah karena kelelahan dan kecelakaan saat menjalankan tugas. Petugas yang meninggal dan sakit tersebar di 19 provinsi, yakni Maluku, DI Yogyakarta, Banten, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Bali. 



Sumber: BeritaSatu.com