Ma’ruf Amin Bersyukur Atas Soliditas Nahdliyin

Ma’ruf Amin Bersyukur Atas Soliditas Nahdliyin
Kiai Ma’ruf Amin hadir dalam silaturahmi bersama para kiai, pengurus, dan aktivis NU, di Gedung PBNU, Senin (22/4/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 22 April 2019 | 23:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - KH Ma’ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya atas soliditas warga Nahdliyin dalam Piplres 2019. Tanpa solidaritas santri, kiai, dan warga NU, masyarakat sangat rentan dikuasai hoax dan fitnah.

“Hari ini saya bersyukur bisa hadir bersilaturahmi dalam acara tasyakuran atas berlangsungnya pemilu, pilpres, dan pileg yang aman. Bersyukur juga karena dalam quick count dimenangi oleh Pak Jokowi dan saya. Kepada NU dan warga NU, saya mengucapkan terima kasih. Jazakumullah khairan jasa,” ungkap Ma’ruf Amin dalam silaturahmi bersama para kiai, pengurus, dan aktivis NU, di Gedung PBNU, Senin (22/4/2019).

Dalam Pemilu 2019 ini, solidnya Nahdliyin mampu membendung narasi hoax yang disemburkan bertubi-tubi. Warga NU, menurut Kiai Ma’ruf, juga telah membuktikan tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara.

“Dalam kaidah ajaran kita, memilih pemimpin itu bukan hanya hak, tetapi kewajiban. Caranya melalui pilpres. Itu kesepakatan di negara kita. Yang kedua, warga NU telah melaksanakan tugas kenegaraan untuk ikut pemilu. Memilih presiden, wakil presiden, dan para legislator. Kita juga bersyukur, NU kini utuh seutuh-utuhnya. Dan kita berdoa agar bangsa ini juga utuh, aman, dan sejahtera. Negara yang aman dan sejahtera ini yang menjadi cita-cita bangsa kita. Insyaallah akan segera terwujud,” paparnya.

Dalam acara yang guyub itu, sempat terlontar candaan, “Siap wakil presiden,” dari hadirin. Hal itu disambut dengan senyuman Ma’ruf Amin. “Nanti dulu, tunggu hasil real count. Sekarang baru siap-siap. Alhamdulillah semua bersatu dalam satu barisan, satu kalimat,” ujar Ma’ruf Amin.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengungkapkan, PBNU sengaja mengadakan syukuran atas terselenggaranya pemilu, pilpres dan pileg dengan aman dan damai.

“Mari kita pelihara kedewasaan berdemokrasi ini. Kita rawat persatuan Indonesia. Artinya kita paham bahwa Islam dan demokrasi tidak bertentangan. Wasyawirhum fil Amr. Esensi musyawarah di era Nabi Muhammad SAW sama dengan demokrasi. Hanya formulanya berbeda,” ujar Said Agil.

Said juga mendoakan para petugas dan aparat yang sakit dan meninggal dunia saat menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu.

Mengenai hasil pemilu, Said berharap seluruh elemen bangsa ini bersabar dan menurunkan tensi emosinya, menanti hasil penghitungan resmi dari KPU.

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Achyar juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Pemilu 2019 membuktikan NU mampu bersatu.



Sumber: Suara Pembaruan