Polres Jombang Buru Penyebar Hoax Kotak Suara

Polres Jombang Buru Penyebar Hoax Kotak Suara
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Aries Sudiono / FMB Selasa, 23 April 2019 | 11:03 WIB

Jombang, Beritasatu.com - Polres Jombang menindaklanjuti beredarnya video hoaks tentang kecurangan Pemilu di Jombang dengan memburu penyebar video tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019 di Jombang berjalan aman serta kondusif.

“Jadi kita pastikan bahwa video tersebut hoaks. Kita juga sudah melakukan kordinasi dengan KPU setempat. Saat ini kami melakukan penyelidikan guna menangkap penyebar video yang meresahkan tersebut,” ujar Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Jombang, Selasa (23/4/2019).

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat dan menyebarkan berita hoaks karena hal itu bisa dijerat pidana. “Untuk di Jombang, sekali lagi, pemilu berlansung aman, daman serta kondusif,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah video berisi tentang dugaan kecurangan Pemilu 17 April 2019 di Jombang, beredar secara berantai sejak Sabtu (20/4/2019) malam. Video berdurasi 2 menit 59 detik itu pertama kali muncul di Youtube, dengan akun Hijrah Channel dan TV Explore News. Video tersebut berjudul judul ‘Indikasi curang, emak-emak labrak gudang KPU di Jombang, Jatim’.

Dalam tayangannya, nampak beberapa orang yang sebagian besar perempuan melabrak petugas KPU. Mereka mengaku menemukan adanya pemindahan surat suara secara diam-diam ke gudang yang bukan peruntukannya. Pemindahan itu dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal seharusnya, sesuai tahapan dan aturan menurut mereka, surat suara tersebut dikirim ke kantor kecamatan untuk dilakukan rekapitulasi oleh petugas PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan)

Masih dalam tayangan hoaks itu salah seorang mengatakan; “Kami menyaksikan, kok ada banyak kotak suara dibawa masuk gudang ini, ada apa ini, kan nggak boleh, kami lihat lho,” ujar salah seorang mak dalam tayangan video tersebut.

Dikonfirmasi terkait beredarnya video tersebut, Ketua KPU Kabupaten Jombang, Muhaimin Shofi secara tegas membantahnya. Dia juga memastikan bahwa video itu adalah hoaks yang sengaja dibuat dan disebarkan orang-orang tertentu guna mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2019.

“Tempatnya tidak jelas, kapan itu terjadi juga tidak jelas, kemudian kotak yang diangkut dan diturunkan ke ruang yang disebutnya gudang juga bukan kotak milik KPU,” ujar Muhaimin. Pihaknya melalui Gakkumdu Pemilu juga sudah melaporkan ke Polres Jombang untuk ditindaklanjuti.



Sumber: Suara Pembaruan