KPU Usulkan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah Dipisah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPU Usulkan Pemilu Serentak Nasional dan Daerah Dipisah

Selasa, 23 April 2019 | 13:10 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan pemilu serentak 2019. Evaluasi ini berdasarkan hasil riset pemilu 2009 dan 2014.

"Salah satu rekomendasinya adalah Pemilu Serentak 2 jenis, yakni serentak nasional dan serentak daerah," ujar Hasyim dalam keterangannya, Selasa (23/4/2019).

Pemilu Serentak Nasional, dilakukan untuk memilih pejabat tingkat nasional, presiden-wakil presiden, DPR RI dan DPD RI. Sementara Pemilu Serentak Daerah adalah untuk Pilkada Gubernur dan Bupati/Walikota serta DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.

"Kerangka waktunya adalah Pemilu Nasional 5 tahunan, misalnya 2019 berikutnya 2024. Sedangkan Pemilu Daerah 5 tahunan, diselenggarakan di tengah 5 tahunan Pemilu Nasional, misalnya Pemilu Nasional 2019, dalam 2,5 tahun berikutnya atau tahun 2022 Pemilu Daerah," jelas dia.

Hasyim menyebutkan empat alasan mendasar mengapa Pemilu Serentah Nasional dipisah dari Pemilu Serentak Daerah. Pertama, dari aspek politik, kata Hasyim, akan terjadi konsolidasi politik yang semakin stabil, karena koalisi parpol dibangun pada bagian awal atau ketika pencalonan.

"Kedua, dari aspek manajemen penyelenggaraan pemilu, beban penyelenggara pemilu lebih proporsional dan tidak terjadi penumpukan beban yang berlebih," ungkap dia.

Alsan ketiga, dari aspek Pemilih. Menurut Hasyim, pemisahan tersebut akan membuat pemilih lebih mudah dalam menentukan pilihan, karena pemilih lebih fokus dihadapkan kepada pilihan pejabat nasional dan pejabat daerah dalam 2 pemilu yg berbeda.

"Terakhir, dari aspek kampanye, isu-isu kampanye semakin fokus dengan is=su nasional dan isu daerah yang dikampanyekan dalam pemilu yang terpisah," pungkas Hasyim.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ratna Bohong, Rocky Gerung Jengkel

Dalam kesaksiannya, Rocky mengaku jengkel ketika mengetahui Ratna telah berbohong soal penganiayaan.

NASIONAL | 23 April 2019

Romahurmuziy Masih di RS Polri

KPK benarkan kabar penundaan penahanan tersangka kasus suap di Kementerian Agama Romahurmuziy selama 20 hari. Sebab, Rommy masih dirawat inap di RS Polri.

NASIONAL | 23 April 2019

KPK Periksa General Manager PT Krakatau Steel

Tim penyidik KPK juga memanggil dan menjadwalkan memeriksa dua petinggi PT Krakatau Steel lainnya.

NASIONAL | 23 April 2019

Status Gunung Agung Masih Siaga

Status Gunung Agung tidak akan dinaikkan ke awas karena belum ada indikasi ke arah sana.

NASIONAL | 23 April 2019

Kasus Ratna, Ini Kesaksian Tompi

Kecurigaan Tompi bermula saat melihat foto close up dari Ratna Sarumpaet yang beredar di media sosial.

NASIONAL | 23 April 2019

Kebakaran di Kompleks Bandara Douw Aturure Berhasil Dipadamkan

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIT.

NASIONAL | 23 April 2019

Polda Jabar Tangkap Penyebar Hoax Kotak Suara Dibuka Polisi

DMR menyebar hoax yang berisi seolah-olah ada pembukaan kotak suara secara ilegal oleh aparat dan kemudian dihentikan oleh ormas.

NASIONAL | 23 April 2019

Kericuhan di Gudang Surat Suara di Medan, KPU Sebut Salah Paham

KPU mengatakan bahwa ada kesalahpahaman. Mereka adalah petugas PPK yang akan mengambil formulir C-1 untuk difotokopi

NASIONAL | 23 April 2019

Presiden Minta Panglima TNI dan Kapolri Jaga Stabilitas

Presiden Joko Widodo meminta Panglima TNI, Kapolri serta Kepala Badan intelijen Naisonal (BIN) menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban setelah Pemilu 2019.

NASIONAL | 23 April 2019

Polres Jombang Buru Penyebar Hoax Kotak Suara

Tempatnya tidak jelas, kapan itu terjadi juga tidak jelas, kemudian kotak dalam video juga bukan milik KPU.

NASIONAL | 23 April 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS