Gugur Jalankan Tugas Amankan Pemilu, 3 Polisi NTT Diberi Kenaikan Pangkat

Gugur Jalankan Tugas Amankan Pemilu, 3 Polisi NTT Diberi Kenaikan Pangkat
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Yoseph A Kelen / FMB Selasa, 23 April 2019 | 15:08 WIB

Kupang, Beritasatu.com- Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memberikan kenaikan pangkat istimewa kepada tiga anggota Polda NTT yang gugur dalam melaksanakan tugas pengamanan Pemilu Serentak 17 April 2019.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Senin (22/4/22019), mengatakan bahwa ketiga anggota Polda NTT tersebut adalah Aiptu Stefanus Pekuwali (anggota Polres Kupang), Ipda Daniel Mota (anggota Polres Belu) dan Aipda Yustinus Petrus Mangge (anggota Polres Ende) yang gugur dalam pengamanan Pemilu 2019.

"Ketiga anggota tersebut mendapat kenaikan pangkat istimewa langsung dari Mabes Polri," kata Jules Abraham.

Nasib naas menimpa Aipda Stefanus Pekuali, anggota Polres Kupang, NTT, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Pos Polisi (Kapospol) Tuapukan Polres Kupang, tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil pick up.

Kecelakaan lalu lintas maut ini terjadi pada Jumat (19/4/2019), sekitar pukul 05.30 Wita, di Jalan Timor Raya Kilometer 20, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Stefanus mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Perumahan Matani, Desa Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, setelah selesai melakukan tugas piket pengamanan kotak suara di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kupang Timur.

Saat tiba di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Aipda Stefanus bertabrakan dengan mobil pick up nomor polisi DH 8194 CN, yang dikendarai Duagus Kabnani (35), warga Kabupaten Kupang, yang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kupang menuju Babau. Aipda Stefanus langsung tewas di tempat kejadian perkara, dengan luka di bagian kepala dan wajah.

Jenazah Stefanus kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk divisum. Sedangkan sopir pick up Duagus Kabnani diamankan polisi.

Kasat Lantas Polres Kupang AKP Andry Andriyansyah, membenarkan peristiwa tersebut. "Barang bukti mobil pick up dan sepeda motor sudah kami amankan dan sopir pick up kami periksa dan menjadi tersangka," ujar Andry. 

Dari Polres Belu juga kehilangan seorang anggota polisi, yakni Ipda Daniel Mota, yang sehari-hari bertugas sebagai Kanit Sabhara Polsek Kakuluk Mesak.

“Ipda Daniel Mota meninggal dunia terkena serangan jantung saat melaksanakan tugas di tempat kerjanya di Polsek Kakuluk Mesak,” kata Jules Abraham.

Sementara itu, Aipda Yustinus Petrus Meninggal saat menjalankan tugas pengamanan kampanye salah seorang calon anggota DPRD Ende di Desa Boafeo, Kecamatan Maukaro.

"Saat hendak pulang, keadaan cuaca di wilayah itu hujan disertai angin kencang. Almarhum yang menggunakan sepeda motor tertimpa pohon kemiri setinggi 20 meter.

Ia dikabarkan mengalami luka di bagian kepala hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara," kata dia.

Brigjen Syaiful Meninggal Akibat Serangan Jantung
Satu lagi korban meninggal adalah Brigjen Polisi Syaiful Zachri. Dia meninggal dunia di Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT). Syaiful adalah perwira yang ditugaskan sebagai penanggung jawab pemilu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Iya meninggal tadi pagi, karena serangan jantung," ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Jumat (19/4).

Menurut Jules, Syaiful sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo, untuk diberi perawatan medis, namun nyawanya tak bisa tertolong.

"Kini jenazahnya sudah diterbangkan ke Jakarta," kata Jules.

Syaiful Zachri saat ini menjabat Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri. Sebelumnya dia enjabat Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan informasi, pada Jumat pagi (19/4/2019), almarhum bersama rombongan bertolak dari Pelabuhan Pelni menuju Pulau Rinca, NTT. Setibanya di Pulau Rinca, rombongan sempat melakukan trekking di wilayah yang topografinya cukup menguras keringat. Dari Pulau Rinca rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Kelor yang topografinya perbukitan. Tak lama kemudian almarhum mengalami sesak nafas dan diduga serangan jantung hingga kemudian dilarikan ke rumah sakit.



Sumber: Suara Pembaruan