Peringati Hari Bumi, ICLaw Umumkan Pemenang Cerpen Green Pen Award 2019
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peringati Hari Bumi, ICLaw Umumkan Pemenang Cerpen Green Pen Award 2019

Selasa, 23 April 2019 | 15:40 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Cianjur, Beritasatu.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia dan kepedulian kondisi bumi yang semakin menderita, mendasari kepedulian Yeni Fatmawati Fahmi Idris selaku pemangku ICLaw bekerjasama dengan Rayakultura, menggelar Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB), Genre Sastra Hijau bertema 'Merawat dan Melestarikan Bumi Kita Satu-satunya'.

Gerakan sastra hijau menurut istri tokoh nasional Fahmi Idris itu adalah salah satu gerakan untuk melestarikan alam dengan pena. Dengan gerakan menulis ini diharapkan akan menjadi pemicu semangat anak-anak Indonesia dan juga masyarakat Indonesia dalam menjaga alam yang merupakan rumah kita satu-satunya dan kondisinya kini semakin menderita dampak dari ulah manusia eco-vandalism.

"Jika kerusakan Bumi makin parah tak ada lagi planet yang memadai sebagai penggantinya. Maka Bumi dan lingkungan wajib kita lestarikan, eksistensi dan fungsinya. Inilah yang mendorong kami menggelar Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi Genre Sastra Hijau ini," jelas Yeni di Villa Fahmi Idris, Desa Cimacan, Jalan Raya Cibodas Kampung Rarahan Cibodas Jawa Barat, Senin (22/4/2019).

"Kami meyakini bahwa tujuan lomba ini untuk menanamkan, meningkatkan dan menyebarkan wacana tentang pentingnya menjaga, merawat dan memelihara bumi sebagai tempat tinggal kita bersama," tambah perempuan berhijab itu.

Kritikus Sastra Maman S Mahayana yang juga menjadi juri kehormatan LCCCB mengatakan masalah alam dalam sastra Indonesia sangat kurang sekali. Padahal sastrawan Indonesia kita paling akrab dengan lingkungan dan ampir puisi Indonesia bersentuhan dengan alam.

"Alam menjadi sesuatu yang hidup. Namun sekarang sudah tidak ada. Saya merasa penawaran menjadi juri ini pucuk di cinta ulam pun tiba. Saya optimis usai membaca cerpen-cerpen hasil karya para peserta. Alam menjadi saudara mereka dan para penulis mewakili potret masalah mereka," ujar Maman.

Sebagai penggiat sastra, Maman berharap lomba cerpen ini berkelanjutan agar menjadi virus kecintaan pada alam dan tidak hanya menjadi slogan tetapi menjadi suatu pemikiran dari perilaku masyarakat untuk menjaga alam. Sastra Indonesia butuh sastrawan yang peduli dengan kecintaannya kepada alam. Kita tumbuh dari alam dan aneh kalau kita tidak cinta pada alam.

"Saya berharap bu Yenni dapat melanjutkan kegiatan ini untuk terus menyebarkan virus kepada milenial untuk menjaga alam melalui cerpen," tambahnya.

Pendaftaraan LCCCB dibuka mulai 5 Januari 2019 dan berakhir 30 Maret 2019 dengan melombakan dua kategori A dan B. Kategori A ditujukan untuk para pelajar SMA/SLTA dan kategori B di khususkan untuk mahasiswa, guru, dosen dan umum.

Ketua Panitia Pelaksana LCCCB Naning Pranoto mengaku terkejut dengan jumlah naskah cerpen yang masuk ke panitia. Dalam waktu 3 bulan panpel menerima sebanyak 1.659 judul dari 1.012 peserta dengan rincian kategori A sebanyak 597 judul dan kategori B sebanyak 1.062 judul.

"Jadi, omong kosong orang Indonesia malas menulis. Dalam satu setengah bulan ini kami menerima lebih dari 1.600 cerpen. Ini luar biasa boleh dikatakan melebihi target dan ekspektasi kami. Semoga melalui kegiatan sastra ini kecintaan kepada alam akan semakin meningkat," kata Naning.

Naning juga merinci para peserta yang mengirimkan cerpen berasal dari seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua. Kemudian kiriman naskah juga datang dari Hongkong, Malaysia dan Taiwan. Penyebaran penulisan cerpen terbanyak dari berasal dari Madura, Riau dan Sumatera. Namun dari pulau Jawa kebanyakan dikirimkan oleh Sastrawan namun sayangnya tidak memenuhi syarat minimal penulisan 3.000 karakter. Dilihat dari latar belakang pendidikan peserta mulai dari SMA hingga S-3 dari 37 perguruan tinggi mulai dari Universitas Indonesia, Gajah Mada, ITB, UNJ, UII dan lainnya.

"Dari latar belakang pendidikan peserta, jumlah sekolah, institusi atau universitas dan luasnya penyebaran peserta berdasarkan asal dan tempat tinggalnya tampak benar antusiasme peserta begitu besar dan merata," ujar Naning.

Adapun kriteria dewan juri untuk menentukan, memilah dan memilih cerpen-cerpen terbaik untuk menjadi pemenang lomba adalah berdasarkan keaslian (orisinalitas), kepaduan (koherensi), kedalaman (kompleksitas), kemengaliran dan kesesuaian tematik.

Dengan menetapkan kriteria penilaian diatas, Dewan Juri menentukan pemenang cerpen LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019 untuk kategori A dimenangkan oleh Elviana Anggratama dari SMA Dhammasavana Jakarta Barat DKI Jakarta dengan judul cerpen Aku dan Bumiku.

Pemenang kedua diraih Febi Imanuela dari SMA Don Bosco 2 dengan judul Selamat Ulang Tahun dan pemenang ketiga diraih oleh Ega Putra Siregar dengan judul Botol Kuning.

Untuk kategori B, pemenang utama dengan judul Daun Tebu Keemasan karya Pipiek Istianti dari Kudus, Jawa Tengah. Kemudian Abd. Warits dari Sumenep, Madura dengan judul Belajar Mencintai Bumi Kepada Nenek menjadi juara kedua dan Nabila Sasha dari Pekanbaru, Riau dengan judul Lanai menjadi juara ketiga.

"Untuk menjaga independensi, seluruh naskah yang masuk ke juri tidak diberikan nama pengirim," tegasnya.

Selain mendapatkan hadiah uang tunai, para pemenang juga mendapatkan ICLaw Green Pen Award dan karya-karya pemenang nantinya akan dibukukan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gianyar Ditetapkan Sebagai Kota Kerajinan Dunia

Gianyar merupakan kota pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai World Craft City (WCC).

NASIONAL | 23 April 2019

Jelang Ramadan, Stok Sembako di Bengkulu Aman

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan selama puasa hingga menjelang Idul Fitri mendatang pasokan bahan pangan dijamin aman.

NASIONAL | 23 April 2019

Jawab Tantangan Industri 4.0, Universitas Atma Yogya Gelar Seminar Akuntan

Perlu diskusi yang mendalam dan tajam untuk mengurai berbagai permasalahan yang dihadapi oleh profesi akuntan pada era Revolusi Industri 4.0.

NASIONAL | 23 April 2019

Gugur Jalankan Tugas Amankan Pemilu, 3 Polisi NTT Diberi Kenaikan Pangkat

Aiptu Stefanus Pekuwali, Aipda Yustinus Petrus Mangge, dan Ipda Daniel Mota gugur dalam pengamanan Pemilu 2019.

NASIONAL | 23 April 2019

Sarankan Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu, Jimly: Ngopi-ngopi Saja Cukup

Jimly Asshiddiqie menyarankan pertemuan Jokowi dan Prabowo semakin cepat semakin baik sehingga ketegangan di masyarakat berkurang.

NASIONAL | 23 April 2019

BNPT Latih dan Lantik Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara

Duta damai dunia maya dibentuk sejak 2016 dan saat ini memiliki 780 anggota dari 13 provinsi.

NASIONAL | 23 April 2019

Perpustakaan Nasional Musnahkan 309 Meter Linear Arsip

Perpustakaan Nasional telah memusnahkan 309 meter linear arsip.

NASIONAL | 23 April 2019

Ratna Sebut Tompi Membuatnya Sadar

Ratna Sarumpaet menyampaikan bahwa Tompi merupakan salah satu orang yang membuatnya sadar untuk berhenti berbohong terkait penganiayaan.

NASIONAL | 23 April 2019

Penerimaan Siswa Baru Kini Libatkan Dinas Dukcapil

Kerja sama lintas kementerian ini bertujuan agar siswa memiliki data tunggal sehingga ada kesatuan data untuk mengintegrasikan Dapodik dengan data Dukcapil.

NASIONAL | 23 April 2019

Amankan Tahapan Pemilu, Ribuan Brimob Didatangkan ke Jakarta

Ribuan personel Brimob itu masuk ke Jakarta secara bergelombang melalui Bandara Soekarno-Hatta sejak Senin (22/3/2019).

NASIONAL | 23 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS