Divonis 3 Tahun Penjara, Idrus Marham Minta Pikir-pikir 7 Hari

Divonis 3 Tahun Penjara, Idrus Marham Minta Pikir-pikir 7 Hari
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/3/2019). Sidang mantan Menteri Sosial tersebut beragendakan pemeriksaan terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Aichi Halik / AHL Selasa, 23 April 2019 | 17:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham meminta waktu kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) untuk berpikir selama 7 hari.

Permintaan itu disampaikan Idrus usai majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

"Kami akan memanfaatkan waktu yang diberikan undang-undang kepada saya selama 7 hari, dan pada saatnya nanti saya akan menyatakan sikap. Tentunya semua tetap dalam koridor hukum dan aturan yang ada," ujar Idrus kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, pengacara Idrus, Syamsul Huda mengatakan, tim kuasa hukum dan terdakwa akan berdiskusi lebih lanjut untuk mempertimbangkan apakah akan mengajukan gugatan banding atau tidak.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim Tipikor, Idrus terbukti menerima suap Rp 2,250 miliar. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Dalam kasus ini, Idrus terbukti menerima suap bersama-sama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI saat itu, Eni Maulani Saragih dari Fraksi Partai Golkar.



Sumber: BeritaSatu TV