Menkeu Pastikan Santunan untuk Anggota KPPS yang Wafat

Menkeu Pastikan Santunan untuk Anggota KPPS yang Wafat
Sri Mulyani. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Selasa, 23 April 2019 | 18:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan pemerintah akan memberi santunan kepada 91 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Menurut dia, pemerintah akan segera mengalokasikan anggaran untuk para petugas yang telah berjasa dalam menyelenggarakan pemilu 2019 itu.

"Mengenai usulan untuk mendapatkan tunjangan, saya sudah mengecek, kemungkinan kita bisa mengakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (23/4/2019).

Namun, Sri Mulyani belum bisa menyampaikan berapa santunan yang akan diterima pihak keluarga, sebab saat ini anggarannya masih dihitung.

"Dalam konteks ini, nanti kita lihat berapa kebutuhan dan bagaimana memutuskan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sri Mulyani.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani turut menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya para petugas KPPS dalam menjaga pemilu yang adil dan aman.

"Tentu saya sebagai menteri keuangan dan pribadi menyampaikan belasungkawa kepada korban-korban para petugas yang melaksanakan tugas penting di dalam menjaga pemilu adil, aman, dan akuntabel," kata dia.

Jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebelumnya dilaporkan mencapai 91 orang. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, sebanyak 374 petugas KPPS sakit. Jumlah tersebut tersebar di 19 provinsi di Indonesia.

Para petugas yang meninggal dunia maupun sakit ini diduga kelelahan usai bertugas melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu.



Sumber: BeritaSatu TV