Pemilu Aman, Polisi Antisipasi Potensi Persekusi

Pemilu Aman, Polisi Antisipasi Potensi Persekusi
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / WM Selasa, 23 April 2019 | 19:53 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi masih belum bisa istirahat pasca Pemilu 17 April 2019 yang terpantau aman. Korps baju cokelat itu masih bersiaga dan berjaga termasuk dari upaya intimidasi dan persekusi.

Baik kepada petugas KPU yang masih melakukan rekapitulasi suara maupun kepada kedua kelompok pendukung pasangan calon presiden yang tensinya masih tinggi.

“Potensi tersebut sudah di-mapping dan seluruh polda dan polres sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasinya. Baik pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup serta melaksanakan kegiatan patroli secara masif,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (23/4/2019).

Polri memang telah melakukan persiapan matang yang dimulai jauh hari sejak tahap awal pemilu. Kini Polri bersama TNI terus akan mengawal proses perhitungan surat suara di tiap-tiap kecamatan/kota ataupun di TPS untuk pemungutan suara ulang atau susulan.

Polisi akan bekerja hingga 35 hari kedepan sejak tanggal 17 lalu. Sejauh ini ada 15 anggota polisi yang gugur dalam pengamanan pemilu. Baik karena serangan jantung, kecelakaan, maupun kelelahan.



Sumber: BeritaSatu.com