Pengawas di Tiap TPS, Kecurangan Pemilu Berkurang

Pengawas di Tiap TPS, Kecurangan Pemilu Berkurang
Bawaslu mengumumkan lembaga pemantau Pemilu Serentak 2019 di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Bernadus Wijayaka / BW Selasa, 23 April 2019 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah disorot. Terutama oleh kelompok yang kecewa dengan hasil pemungutan suara.

Mereka menuding dua lembaga penyelenggara pesta demokrasi tersebut tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. KPU dituding melakukan kecurangan. Bawaslu pun dianggap setali tiga uang, karena telah membiarkan kecurangan yang terjadi.

Namun, menurut Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin Thomme, pengawasan yang dilakukan Bawaslu DKI sudah maksimal. Bahkan pengawasan dilakukan secara berjenjang dan melekat terhadap semua proses pemungutan dan penghitungan suara.

"Hal itu untuk memastikan tidak adanya dugaan pelanggaran pemilu, termasuk mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS (tempat pemungutan suara), dan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan," ungkap Burhanuddin saat dihubungi, Selasa (23/4/2019).

Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan, pada pencoblosan 17 April lalu, Bawaslu DKI Jakarta merekrut 29.063 orang sebagai pengawas di tiap TPS. Keberadaan pengawas di tiap TPS membuat kecurangan berkurang.

"Keberadaan pengawas di setiap TPS itu sesuai perintah undang-undang. Hal itu untuk mengoptimalkan pengawasan," tutur Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya.

Senada diungkapkan Komisioner Bawaslu Serang, Banten, Sulyantarudin. Menurutnya, banyak yang baru dalam Pemilu 2019. Termasuk tugas dari Bawaslu yang harus menugaskan pengawas di setiap TPS. "Sedangkan pemilu kali ini wajib ada. Itu salah satu hal baru dalam pemilu tahun ini," katanya.

Pria yang akrab disapa Masthur ini juga mengatakan, keberadaan pengawas di setiap TPS adalah bagian dari upaya mengoptimalisasi pengawasan dalam proses pemilu.

"Keberadaan pengawas di TPS memang sangat membantu. Karena mereka dapat memastikan jumlah DPT, surat suara aman, hingga mengawasi proses penghitungan," tuturnya.

"Di Serang ada 4017 TPS. Setiap TPS diawasi. Dari total TPS itu, hanya satu TPS yang direkomendasikan untuk PSU (pemungutan suara ulang) dan sudah dilakukan. Alasannya (PSU) masih kita kaji," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan