Polri: Surat Suara Dibakar di Papua Sudah Tidak Dipakai

Polri: Surat Suara Dibakar di Papua Sudah Tidak Dipakai
surat suara pilpres. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / CAH Rabu, 24 April 2019 | 17:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri menjelaskan soal video viral surat suara dibakar warga di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Polisi menyebut surat suara itu tidak digunakan lagi karena menggunakan sistim noken.

“Perlu saya sampaikan hal tersebut sudah diklarifikasi langsung oleh kapolda Papua dan kapolres Jaya Wijaya sebenarnya disana kan pakai sistem noken di distrik tersebut. Sehingga (dibakar) guna menghindari logistik pemilu itu disalahgunakan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (24/4/2019).

Maka, masih kata Dedi, atas keputusan KPU setempat maka seluruh sisa logistik yang tidak dipakai itu dimusnahkan dan sudah dibuat berita acaranya.

“Jadi betul kejadian itu. Yang dibakar adalah sisa sisa logistik yang tidak dipakai pada saat tanggal 17 April karena disana sistem noken. Jadi sudah clear. Bawaslu juga sudah ngecek tentang peristiwa yang sempat viral itu,” lanjutnya.

Mencoblos dengan sistim noken adalah adat yang ada disana yang sudah secara turun temurun digunakan di dalam pemilu tingkat nasional maupun pilkada. Intinya pemilih dikumpulkan oleh tokoh masyarakat dan diwakili oleh mereka. Hasilnya lalu diitung oleh KPU.

 



Sumber: BeritaSatu.com