Suap Jual Beli Jabatan, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag

Suap Jual Beli Jabatan, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin 18 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Fana Suparman / WBP Rabu, 24 April 2019 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Lukman sedianya diperiksa hari ini sebagai saksi kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy.

"KPK akan menjadwalkan ulang rencana pemeriksaan yang bersangkutan (Lukman Hakim Saifuddin) sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (24/4/2019).

Penjadwalan ulang ini atas permintaan Lukman. Melalui surat yang disampaikan stafnya, Lukman mengaku tak dapat memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa lantaran ada kegiatan pembinaan haji di Bandung. "Tadi ada staf Menteri Agama yang datang menyampaikan surat untuk Penyidik. Prinsipnya, surat tersebut meminta izin tidak dapat memenuhi panggilan KPK hari ini karena ada kegiatan di Bandung," kata Febri Diansyah.

Sebelumnya, Kabiro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama, Mastuki mengatakan, surat panggilan penyidik KPK baru diterima Lukman pada Selasa (23/4) sore. Sementara, Lukman sudah terjadwal mengisi acara pembinaan haji di Jawa Barat. Untuk itu, Lukman meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya. "Benar. Hari ini Pak Menteri sudah terjadwal mengisi acara pembinaan haji di Jawa Barat. Sementara undangan KPK baru sore kemarin diterima. Jadi meminta dijadwal ulang," kata Mastuki saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (24/4/2019).

Mastuki menyebut pentingnya kehadiran Lukman dalam kegiatan pembinaan haji di Jawa Barat. Dikatakan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah jamaah hajj terbesar di Indonesia. Untuk itu, Lukman merasa perlu memberikan informasi terutama berkaitan persiapan menjalankan kebijakan baru dengan penambahan kuota 10.000 jemaah haji. "Sebagai wilayah dengan jemaah haji terbesar, mereka perlu mendapatkan update kebijakan baru tentang haji, juga info penambahan kuota 10.000 yang berimplikasi sejumlah persiapan di daerah," katanya.

Pemeriksaan terhadap Lukman diduga untuk mengklarifikasi dan mendalami uang Rp 180 juta dan US$ 30 ribu yang disita tim penyidik saat menggeledah ruang kerja Lukman di Kementerian Agama. Diduga, uang tersebut terkait dengan kasus jual beli jabatan di kementerian yang dipimpinnya.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.





Sumber: Suara Pembaruan