Hari Ini KPK Periksa Gubernur Jatim Khofifah

Hari Ini KPK Periksa Gubernur Jatim Khofifah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan keterangan pers di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (23/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Fana Suparman / EAS Jumat, 26 April 2019 | 06:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Jumat (26/4/2019).

Khofifah akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy.

Pemeriksaan terhadap Khofifah rencananya dilakukan tim penyidik KPK di Mapolda Jatim.

"Ya informasi yang saya dapatkan begitu," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/4/2019) malam.

Namun, Febri belum mengetahui jelas mantan Menteri Sosial itu bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka siapa. Informasi mengenai hal tersebut akan disampaikan pada hari ini.

"Kita lihat ya jadwal (pemeriksaannya) secara lengkap," kata Febri.

Febri menjelaskan alasan tim penyidik memeriksa Khofifah di Mapolda Jatim. Dikatakan, hal ini lantaran tim penyidik yang menangani kasus jual beli jabatan sedang melakukan serangkaian kegiatan penyidikan lainnya di Surabaya.

"Karena ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Surabaya sejak hari ini. Jadi timnya juga terbatas ya penyidiknya. Sehingga beberapa kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur dan sekaligus ada beberapa kegiatan dilakukan disana," jelas Febri.

Nama Khofifah terseret dalam kasus ini setelah disebut oleh Romy sebagai salah satu pihak yang turut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin untuk menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemag Jatim).

Selain Khofifah, Romy juga menyebut nama Kiai Asep Saefuddin Halim selaku pimpinan sebuah pondok pesantren besar di Jatim.

Romy mengklaim hanya menyalurkan aspirasi dan rekomendasi dari sejumlah pihak, termasuk Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait Haris Hasanuddin untuk direkomendasikan sebagai Kakanwil Kemag Jatim kepada pihak yang berkompeten terkait seleksi jabatan di Kemag.

Febri mengakui, pihaknya tak hanya mendalami proses seleksi dan aliran dana terkait kasus ini. KPK, kata Febri juga mendalami adanya rekomendasi yang disampaikan sejumlah pihak terkait dengan nama-nama yang mengikuti proses seleksi di Kemag.

"Memang ada beberapa pihak yang dalam proses seleksi jabatan tersebut sampai pada proses pemberian uang ya, ada beberapa pihak yang kami identifikasi itu mengetahui sebagian dari rangkaian proses itu mengetahuinya. Bisa mengetahui tentang bagaimana rekomendasi, bagaimana pihak-pihak lain memberikan saran terkait dengan posisi-posisi di Kementerian Agama seperti Kanwil dan Kepala Kantor Kementerian tersebut itu tentu perlu kami dalami. Yang perlu diingat adalah saksi ini adalah mereka yang mengetahui mendengar atau melihat secara langsung," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Romy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Romy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy.

Pada Jumat (15/3/2019) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: BeritaSatu.com