Bupati Madina Batal Mundur, Gubernur Sumut: Alhamdulillah, Untung Cepat Sadar

Bupati Madina Batal Mundur, Gubernur Sumut: Alhamdulillah, Untung Cepat Sadar
Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution (kiri) bersama Juru Bicara Tim Kampanye Provinsi Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Jumat, 26 April 2019 | 07:31 WIB

Medan, Beritasatucom - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menyambut positif atas Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution, yang akhirnya batal untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

"Alhamdulillah, untung cepat sadar," ujar Gubernur Sumut seusai melaksanakan sholat di Masjid Agung Jl Diponegoro Medan, Kamis (25/4).

Menurut mantan Pangkostrad ini, pengunduran diri Dahlan Hasan tidak lazim hanya karena kekalahan suara pasangan calon presiden, Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Madina.

"Bupati itu dipilih oleh rakyatnya di kabupaten, dan kalau gubernur dipilih oleh rakyat Sumut. Oleh karena itu, pikirkan rakyatnya agar sejahtera. Tidak usah pikirkan yang lain-lain," jelas Gubernur.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Bupati Mandailing Natal (Madina) untuk terus menjalankan roda pemerintahan di Madina.

Penolakan Presiden Jokowi atas surat permohonan pengunduran diri itu membuat Dahlan Hasan Nasution kembali memangku jabatannya sebagai Bupati Madina. Dahlan akhirnya membatalkan niatnya untuk mengundurkan diri.

"Saya batal mengundurkan diri setelah diminta Presiden Joko Widodo dan Mendagri Tjahjo Kumolo agar tetap menjabat. Sebagai bawahan, saya manut (nurut) baik sama Presiden maupun Mendagri,” ujar Dahlan.

Dahlan meminta semua pihak dapat menahan diri, karena bagaimanapun, Bapak Presiden selaku pimpinan tertinggi di negara ini, harus didengarkan saran maupun perintahnya.

Dahlan mengungkapkan, surat pengunduran dirinya sebagai Bupati Madina dilatarbelakangi rasa tanggung jawab yang tinggi. Presiden Jokowi sudah cukup banyak memperhatikan Mandailing Natal.



Sumber: Suara Pembaruan