Menpar Arief Yahya Dinobatkan Menteri Berprestasi Tinggi Kabinet Kerja

Menpar Arief Yahya Dinobatkan Menteri Berprestasi Tinggi Kabinet Kerja
Ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja oleh Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI), di Suhana Hall, The Energy Building Jakarta, Rabu malam (24/4/2019). ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 26 April 2019 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keberhasilan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam memajukan pariwisata di Indonesia membuat Mantan Dirut PT Telkom itu dinobatkan sebagai menteri yang berprestasi tinggi dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja oleh Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI), di Suhana Hall, The Energy Building Jakarta, Rabu malam (24/4/2019).

Ketua LKN Samsul Hadi mengatakan penetapan prestasi tinggi yang dicapai Menpar Arief Yahya mempertimbangkan beberapa indikator. Diantaranya terus naiknya PDB sektor pariwisata dari tahun ke tahun dan semakin besarnya pariwisata menciptakan banyak kesempatan kerja yang menggerakkan ekonomi lokal. Selain itu hingga September 2018 terlihat bahwa pencapaian prestasi destinasi pariwisata prioritas telah melampui target. Prestasinya dalam mengembangkan pariwisata nasional dalam empat tahun terakhir.

"Prestasi lainnya adalah daya saing pariwisata Indonesia terus membaik selama 4 tahun terakhir dan tentu saja memberikan kontribusi positif pada penerimaan devisa negara yang mendorong kualitas investasi menjadi lebih baik" ungkap Samsul Hadi.

Menpar sendiri menyambut positif penghargaan yang diberikan kepadanya..

"ini bentuk apresiasi sebuah lembaga non pemerintah terhadap pencapaian Kementerian Pariwisata yang berhasil meningkatkan kinerjanya. Dimana pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencapai 25,68 persen, sedangkan kawasan ASEAN hanya tumbuh 7 persen dan di dunia hanya 6 persen. Sementara itu indeks daya saing pariwisata indonesia menurut World Economy Forum (WEF) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan naik 8 poin, bila pada 2015 berada di peringkat 50 melonjak menjadi peringkat 42 pada 2017, sedangkan target berikutnya berada di ranking 30 dunia pada 2019," ujar Sekretaris Jendral Pariwisata Ukus Kuswara saat membacakan pidato Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.

Disebutkannya, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari US$ $12,2 miliar, menjadi US$ 13,6 miliar di tahun 2016, dan meningkat menjadi US$15 miliar pada tahun 2017. Pada 2018 perolehan devisa pariwisata diproyeksikan sebesar US$ 17,6 miliar dengan perhitungan capaian 16,2 juta wisman dikalikan aspa (avarage spending per-arrival) atau rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar US$ 1.100/wisman," lanjut Ukus Kuswara.

Perolehan devisa pariwisata tahun ini akan menempatkan posisi pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar, mengalahkan atau sejajar dengan devisa crude palm oil (CPO) sebesar US$ 16 miliar berada di urutan teratas.

Ketua Pelaksana penghargaan ini yang juga sebagai sebagai Wakil Ketua IAMPI Darma Tyanto Saptodewo menjelaskan, acara pemberian penghargaan ini dimaksudkan untuk mendorong meningkatnya keselarasan antara Kementerian dan Lembaga dalam mewujudkan ketercapaian tujuan pembangunan nasional.

"IAMPI menginginkan agar dana masyarakat digunakan untuk kegiatan yang mempunyai manfaat besar bagi masyarakat dan dikelola secara efisien dan efektif,” katanya.

Selain Menteri Pariwisata yang mendapat penghargaan tersebut ada empat menteri lagi yang juga mendapatkan penghargaan serupa yakni Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.



Sumber: BeritaSatu.com