Pantau Kasus GWP, HMI Akan Temui KY dan KPK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pantau Kasus GWP, HMI Akan Temui KY dan KPK

Sabtu, 27 April 2019 | 16:56 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan menemui Komisi Yudisial (KY) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta kedua lembaga itu mengawasi penanganan kasus peralihan aset PT Geria Wijaya Prestige (GWP). Kasus itu menarik perhatian HMI karena melibatkan sosok berpengaruh.

HMI juga akan beraudiensi dengan Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) untuk turut memonitor penanganan perkara tersebut sehingga ada jaminan berjalan dalam koridor peradilan. Terutama dalam sidang gugatan kasus itu yang tengah berjalan di Pengadilan Jakarta Pusat.

“Di dalamnya melibatkan nama populer. Kami hanya memantau dan mendukung penegakan hukum yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan. Itu yang selama ini sering absen di Republik ini,” kata Wakil Sekretaris Bidang Hukum dan HAM Pengurus Besar HMI Arief Wicaksana dalam keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Sebelumnya, saat sidang 23 April lalu, belasan aktivis HMI mendatangi PN Jakpus. Mereka datang mengenakan topi khas ormas mahasiswa Islam terbesar di Tanah Air tersebut. Para aktivis terlihat takzim mengikuti jalannya proses persidangan yang sedianya digelar pagi sekitar pukul 09.00 WIB, tapi akhinya molor dan baru digelar sekitar pukul 17.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat itu, sidang mendengarkan keterangan saksi ahli mantan hakim agung M Yahya Harahap yang diajukan pihak tergugat, PT Geria Wijaya Prestige (GWP).

“Kami berharap dengan dipantau berbagai lembaga, akan terjadi peradilan yang menjunjung asas fairness dan equality before the law,” tambah dia.

Sementara itu, dalam kesaksiannya, Yahya Harahap menegaskan, bekas anggota kreditur yang melakukan penagihan lagi kepada debitur atas suatu piutang yang telah ditagihkan dan diselesaikan BPPN melalui penjualan kepada pihak ketiga, bisa menghadapi tuduhan melakukan perbuatan melawan hukum.

“Jadi, jika piutangnya telah dialihkan kepada cessionaris (penerima hak tagih atas suatu piutang), namun dalam kredit sindikasi salah satu bank atau kreditur masih menagih lagi kepada debitur, itu perbuatan melawan hukum,” tegasnya.

Pokok gugatan perkara perdata Nomor 223/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Pst. yang diajukan pengusaha nasional berinisial TW melalui kuasa hukum Desrizal dkk itu meminta pengadilan memutuskan bahwa GWP telah melakukan wanprestasi, dan mesti membayar penggugat lebih dari US$ 31 juta. Turut tergugat Fireworks Ventures Limited.

Berdasarkan catatan, pengusaha nasional itu diketahui membeli apa yang diklaim sebagai hak tagih atas piutang GWP dari Bank China Construction Bank Indonesia (dulu Bank Multicor) melalui akta bawah tangan 12 Februari 2018.

Pada 1995, Bank Multicor menjadi anggota sindikasi kreditur yang memberikan pinjaman US$ 17 juta kepada GWP. Namun, akibat krisis moneter 1997-1999, beberapa bank anggota sindikasi kolaps dan diambilalih BPPN.

Pada 8 November 2000, semua anggota kreditur sindikasi, termasuk Bank Multicor, membuat Kesepakatan Bersama dengan BPPN, yang pada intinya menyerahkan pengurusan penyelesaian piutang GWP kepada BPPN berdasarkan kewenangan yang diatur PP 17 Tahun 1999 tentang BPPN.

Sejak itu, piutang GWP ditangani BPPN, hingga akhirnya BPPN menjual piutang tersebut melalui Program Penjualan Aset-aset Kredit (PPAK) VI Tahun 2004 yang dimenangkan PT Millenium Atlantic Securities/MAS. BPPN lalu mengalihkan piutang (cessie) GWP kepada MAS, yang kemudian pada 2005 mengalihkan piutang tersebut kepada Fireworks Ventures Limited. Dengan demikian Fireworks adalah pemegang tunggal eks aset kredit GWP.

Saat ini, Fireworks telah memegang seluruh dokumen kredit GWP, kecuali jaminan kredit berupa sertifikat atas nama GWP. Karena dalam pengalihan piutang melekat hak kebendaan (jaminan kredit berupa sertifikat), maka Edy Nusantara, kuasa Fireworks, menempuh upaya hukum dengan melaporkan dugaan penggelapan sertifikat GWP ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 21 September 2016 dengan Nomor : LP/984/IX/2016/Bareskrim dengan terlapor, yaitu Tohir Sutanto (mantan Direktur Bank Multicor/kini Bank CCB) dan Priska M Cahya (pegawai Bank Danamon). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini penyidik Bareskrim tinggal melakukan penyitaan dokumen asli sertifikat berbentuk SHGB atas nama GWP yang dikuasai Bank CCB tersebut setelah penyidik mendapatkan izin penyitaan dari PN Jakarta Selatan dalam Surat Penetapan Nomor 16/Pen Sit 2018/PN Jkt Sel pada 29 Maret 2018.



Sumber: PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kecelakaan Tunggal Bus Setia Negara, Satu Tewas

Kecelakaan lalu lintas tunggal yang menimpa bus Setia Negara di jalan tol Palimanan-Kanci menyebabkan seorang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka.

NASIONAL | 27 April 2019

Milenial Harus Didukung Jadi Agen Perdamaian

Indonesia akan menjadi pelopor penggerak kaum milenial sebagai agen perdamaian.

NASIONAL | 27 April 2019

Tabanan Harmoni Festival Usung Semangat Keragaman

Tabanan Harmony Festival bertujuan membumikan Pancasila dan menyatukan keragaman.

NASIONAL | 27 April 2019

Sembilan Petugas Pemilu di Cianjur Meninggal Dunia

Sembilan orang penyelenggara Pemilu 2019 di Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia.

NASIONAL | 27 April 2019

KPK Eksekusi 15 Terpidana Korupsi ke 3 Lapas di Jawa Timur

KPK Eksekusi 15 Terpidana Korupsi ke 3 Lapas di Jawa Timur

NASIONAL | 27 April 2019

Pasokan Cabai dan Bawang Selama Puasa dan Lebaran Mencukupi

Rekomendasi Kemtan disusul ijin impor dari Kemdag dengan jumlahnya sekitar 115 ribu ton.

NASIONAL | 27 April 2019

Ratusan Ton Ikan Mas Milik Petani Kepahiang Hanyut Terbawa Banjir

"Ikan mas yang hanyut terbawa banjir rencananya akan dipanen pada saat memasuki bulan Ramadan, tapi belum sempat panen ikan kami yang ada di kolam habis."

NASIONAL | 27 April 2019

Kasus Politik Uang di DIY diserahkan ke Kepolisian

Ada pembagian uang sebesar Rp 50.000 yang dikemas dalam amplop lengkap dengan identitas salah satu caleg.

NASIONAL | 27 April 2019

Jembatan Roboh, Arus Transportasi Bengkulu-Lampung Terputus

Arus transportasi darat Bengkulu-Lampung dan sebaliknya lumpuh total sejak Sabtu dini hari.

NASIONAL | 27 April 2019

Sajikan 472 Tahu Gimbal, Puluhan Chef dan Pelajar Siap Cetak Rekor MURI

Sebanyak 30 chef dan pelajar, siap beratraksi menyajikan 472 porsi kuliner khas Kota Semarang, Tahu Gimbal.

NASIONAL | 27 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS