CEO J&R: Saatnya Kaum Muda Tumbuhkan Indonesia

CEO J&R: Saatnya Kaum Muda Tumbuhkan Indonesia
CEO J&R Monica JR (kiri) saat tampil dalam diskusi di acara Jakarta Marketing Week 2019 yang digelar MarkPlus di Jakarta, 24-30 April 2019. ( Foto: istimewa / istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Senin, 29 April 2019 | 20:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - CEO Jeune & Raccord (J&R) Monica JR menyatakan, sudah saatnya anak muda menumbuhkan Indonesia.

“Ini momennya anak muda Indonesia bangkit untuk menumbuhkan Indonesia. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah inovasi teknologi dan upaya memaksimalkan apa yang sudah dimiliki oleh SDM-SDM kita,” ujar Monica dalam acara Jakarta Marketing Week 2019.

Dalam acara yang digelar MarkPlus di Jakarta, 24-30 April itu, Monica berbicara tentang gagasan penting bertajuk "It's Time for Indonesian Millenials to Thrive the Nation." Selain Monica, pembicara lainnya adalah CEO Bigdonte Entertainment Doni Teguh.

Monica mengisahkan, perusahaan J&R yang didirikan dua tahun lalu, sudah membawa keberkahan untuk tim kecilnya. Dalam menjalankan usahanya, kaum muda mengusung agility atau kecerdasan dan ketangkasan kaum muda sebagai unsur terpenting dalam berbisnis saat ini.

Di sanalah letak keuntungan menjadi kaum milenial di zaman digital.

“Karena agile, J&R mampu dengan cepat menyesuaikan perubahan perilaku pasar yang menginginkan semuanya faster, cheaper, and better. Kita sudah membuktikan bahwa klien puas dengan cara kerja yang agile, dan jelas indikatornya adalah repetitive order!" ujar Monica.

Saat ini J&R bersama Bigmotion Animation House memperkenalkan produk baru film animasi lewat Computer-Generated Imagery (CGI). Hasil kolaborasi ini sudah mampu mengantongi kontrak untuk pembuatan film serial mewakili 34 provinsi yang berkisah tentang kearifan lokal dan kekayaan budaya. Film antologi serial ini diadaptasi dari Puisi Esai Nasional.

“Hal ini merupakan langkah awal yang luar biasa dalam industri perfilman dan kreatif Indonesia. Apa yang kita punya, pada akhirnya harus kita berikan lagi ke masyarakat, ke Indonesia. Karena definisi sukses itu bukan lagi individual, tapi kolektif,” tutur Monica.

Baik Monica dan Doni menilai, dalam berbisnis, mendapatkan keuntungan bukanlah tujuan utama kaum muda.

“Menjadi mampu dari segi finansial itu harus, tapi apa selanjutnya? Bukan soal bisnis saja, tapi bagaimana kita juga sudah merencanakan agar sebuah film ini bisa masuk platform TV streaming. Agar Indonesia makin dikenal oleh dunia lewat film berkualitas,” ujar Doni Teguh.

Bigmotions yang bermitra dengan J&R itu didirikan bersama animator Ivan Irawan. Misi mereka bukan hanya menjadi Animation Boutique House, namun juga berperan sebagai hub bagi animator muda Indonesia untuk bisa “ekspor” CGI ke ranah international.

Sebelumnya Monica dan teman-temannya juga sudah melakukan gerakan “Ayo Memilih” untuk menekan tingkat golput pemilih milenial di kampanye Pemilu yang telah berakhir.



Sumber: PR