Pengamat: Insiden Natuna Terjadi karena Kesepakatan Batas Laut Belum Tuntas

Pengamat: Insiden Natuna Terjadi karena Kesepakatan Batas Laut Belum Tuntas
Koarmada I TNI menghentikan kapal perikanan Vietnam yang membawa 14 anak buah kapal (ABK) yang ditangkap di Laut Natuna Utara.
Asni Ovier / AO Selasa, 30 April 2019 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat militer dan pertahanan, Susaningtyas NH Kertopati mengatakan, insiden antara kapal TNI Angkatan Laut dan kapal Vietnam di Laut Natuna pada Sabtu (27/4/2019) merupakan ekses dari belum tuntasnya kesepakatan batas laut antara Indonesia dan Vietnam.

“Insiden semacam ini juga beberapa kali terjadi antara beberapa kapal perang RI dengan kapal-kapal negara tetangga lainnya,” ujar Susaningtyas yang akrab disapa Nuning kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dikatakan, sesuai dengan Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982, setiap negara pantai memang memiliki kewenangan untuk menarik garis batas lautnya sesuai mekanisme yang berlaku. Kewenangan tersebut mengacu kepada status negara itu, apakah negara kepulauan atau bukan negara kepulauan.

Status ini seringkali diabaikan atau sengaja diabaikan oleh suatu negara pantai ketika melakukan klaim batas laut. Hal itu yang memantik konflik dengan negara lain yang berbatasan.

Menurut Nuning, klaim batas laut suatu negara harus didukung pula dengan data geografis dan geologis dalam suatu perundingan. Sayangnya, ujar dia, negara pantai kadang lebih menonjolkan data-data sejarah yang sudah pasti bersifat sepihak.

Indonesia, kata Nuning, dapat lebih menonjolkan semangat ASEAN untuk mengajak Vietnam mempercepat penyelesaian batas laut. Masih banyak persoalan regional yang harus dihadapi Indonesia dan Vietnam secara bilateral atau dalam kerangka ASEAN.

“Implementasi ASEAN Community yang telah dicanangkan sejak 2015 seharusnya menjadi instrumen yang dapat mempercepat penyelesaian batas laut kedua negara,” ujar Nuning.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, TNI menangkap kapal Vietnam yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Penangkapan berlangsung dramatis.

Dalam tayangan video yang beredar di media, kapal Vietnam itu menabrak kapal TNI AL, KRI TPD 381. Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) Vietnam ditangkap dan 1 ABK lainnya dikabarkan terjun ke laut dan diselamatkan kapal pengawas Vietnam.



Sumber: BeritaSatu.com