Relawan Bersitegang, Baliho Prabowo-Sandi Tak Jadi Dicopot

Relawan Bersitegang, Baliho Prabowo-Sandi Tak Jadi Dicopot
Pasangan nomor urut 02 Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. (Foto: SP/Joanito De Saojoao)
Vento Saudale / JAS Selasa, 30 April 2019 | 16:28 WIB

Bogor, Beritasatu.com– Setelah relawan sempat bersitegang dengan petugas gabungan, baliho raksasa bertuliskan ucapan selamat atas kemenangan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu Presiden 2019, tidak jadi diturunkan oleh aparat gabungan Satpol PP Kabupaten Bogor, TNI dan Polri, di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ketua Umum Relawan Prabowo-Sandi (Prasa), Ahmad Murlan Pasaribu mengatakan, pihaknya bersikukuh jika baliho tersebut tidak melanggar hukum sehingga tidak dapat diturunkan paksa tanpa ada surat tugas resmi.

“Ini adalah hak kami untuk mengeskpresikan kebahagiaan kami, karena kemenangan Pak Prabowo-Sandi di sini (Cileungsi), kami tidak mengganggu masyarakat lain, dan ini mau dipaksakan diturunkan, tanpa surat tugas yang jelas,” kata Ahmad menkonirmasi Beritasatu.com, Selasa (30/4/2019).

Ahmad menambahkan, baliho raksasa tersebut pun bukan termasuk reklame iklan, “Itu reklame itu bukan iklan yang menghasilkan uang. Itu bukan komersil, jadi apa salahnya kita mengungkapkan. Dan panwaslu pun mengatakan itu tidak melanggar,” kata Ahmad.

Ia pun menduga, ini bukan lagi berbicara hukum melainkan ada seseorang yang tidak menginginkan adanya baliho tersebut.

“Alasannya, ya sudah pasti ada yang tidak menginginkan itu dipasang di situ, tidak bawa hukum itu jadinya, ini murni bawa power kekuasaan,” kata Ahmad.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Bogor, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, dan TNI hendak menurunkan baliho raksasa di depan komplek Limus Pratama Regency, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Namun, petugas mendapat perlawanan dari masyarakat setempat yang meminta agar baliho tersebut tidak diturunkan. Perselisihan itu berlajut hingga Selasa dini hari, baik masyarakat maupun petugas keamanan terus menambah personel.



Sumber: BeritaSatu.com