Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Jadikan Jakarta Redup

Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Jadikan Jakarta Redup
Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebelum memimpin rapat terbatas di kantor Presiden, Rapat terbatas itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota,Jakarta, Senin 29 April 2019. (Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay)
Oktaviana Maria / ANA Selasa, 30 April 2019 | 17:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi menyebutkan salah satu alasan pemindahan Ibu Kota dikarenakan DKI Jakarta sudah memiliki banyak beban sebagai kota pemerintahan.

"Karena beban yang diterima DKI Jakarta itu makin lama makin berat" ujar Johan di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Johan menjelaskan pemindahan ini tidak akan langsung dilakukan karena membutuhkan proses dan kajian yang mendalam. Johan juga mencontohkan seperti di Brazil, proses pemindahan Ibu Kota membutuhkan waktu sampai 10 tahun.

"Proses pemindahan itu, bukan dipindah kemudian besok sudah jadi. Itu proses" ucap Johan.

Meskipun Ibu Kota akan dipindahkan, Johan menambahkan hal tersebut tidak akan menjadikan Jakarta redup. Nantinya Jakarta tetap menjadi kota pusat bisnis.

"Pemindahan ini tidak menjadikan DKI Jakarta redup. Dibuat seolah-olah seperti New York kota bisnis dan Washington, D.C. itu sebagai kota pemerintahan" tambah Johan.

Sementara itu belum diputuskan kota mana yang akan menjadi Ibu Kota pemerintahan. Johan mengatakan Ibu Kota pemerintahan bisa saja dipindahkan tidak jauh dari Jakarta atau di luar pulau Jawa.

"Bisa saja Ibu Kota pemerintahan itu dipindah nggak jauh dari Jakarta, bisa juga dipindah di luar Jakarta atau jauh dari Jakarta" lanjut Johan.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV