Kemlu: Tindakan Kapal Vietnam Bertentangan dengan Hukum Internasional

Kemlu: Tindakan Kapal Vietnam Bertentangan dengan Hukum Internasional
Koarmada I TNI menghentikan kapal perikanan Vietnam yang membawa 14 anak buah kapal (ABK) yang ditangkap di Laut Natuna Utara.
Natasia Christy Wahyuni / JAS Selasa, 30 April 2019 | 20:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan aksi kapal dinas perikanan Vietnam KN 213 dan KN 264 karena secara sengaja menabrakkan kapalnya ke kapal TNI Angkatan Laut (AL) KRI TPD-381. Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri, juga sudah menyampaikan protes kepada pemerintah Vietnam atas tindakan penyerempetan tersebut melalui kedutaan besarnya di Jakarta.

“Tindakan kapal dinas perikanan Vietnam sangat membahayakan keselamatan personel KRI TPD-381 dan personel kapal Vietnam, serta tidak sejalan dengan hukum internasional,” kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Arrmanatha mengatakan protes itu disampaikan dengan memanggil pihak Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta hari Senin (29/4/2019). Menurutnya, Kemlu masih menunggu laporan lengkap dari Panglima TNI terkait kejadian tersebut.

“Nantinya (laporan) akan menjadi dasar bagi pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti masalah ini dengan pemerintah Vietnam,” ujar Arrmanatha.

Peristiwa penabrakan kapal TNI AL itu sendiri terjadi pada Sabtu (27/4/2019) sekitar pukul 14.45 WIB di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dua kapal pengawas perikanan Vietnam KN 231 dan KN 264 secara sengaja menabrak KRI TPD-381 yang sedang membawa kapal ikan asing (KIA) Vietnam BD 979 yang tertangkap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia khususnya wilayah utara perairan Natuna.

Aksi arogansi kapal Vietnam tidak saja merusak KRI TPD-381 tetapi juga KIA Vietnam BD 979 juga mengalami kebocoran sampai akhirnya tenggelam akibat ditabrak kapal pengawas Vietnam itu.



Sumber: Suara Pembaruan