Pascabanjir Bandang, Sigi Masih Diguyur Hujan Hingga Tiga Hari ke Depan

Pascabanjir Bandang, Sigi Masih Diguyur Hujan Hingga Tiga Hari ke Depan
Seorang warga membersihkan barang-barangnya usai tertimbun lumpur pada banjir bandang di Desa Bangga, Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 29 April 2019. ( Foto: Antara )
John Lorry / JEM Jumat, 3 Mei 2019 | 14:23 WIB

Palu, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) memprediksi sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi bakal terus diguyur hujan tinggi selama tiga hari kedepan.

Prakiraan cuaca menunjukkan 12 kecamatan di kabupaten itu, bakal diguyur hujan tinggi dengan curah hujan 400-500 mm dan suhu udara rata-rata 16-32 derajat celcius. Kelembaban udara rata-rata 70-90 persen dengan kecepatan angin 30 kilometer (km) per jam.

“Sejak akhir April sampai awal Mei, umummya Sulteng bakal diguyur hujan yang berpotensi banjir, dan tanah longsor,” kata Forester BMKG Palu, Isna, Kamis (3/5).

Dia menjelaskan, 12 kecamatan yang mengalami intensitas hujan tinggi yakni, Kecamatan Dolo, Dolo Selatan, Gumbasa, Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu, Marawola, Marawola Barat, Nokilalaki, Palolo, Pipikoro, dan Tanambulava.

Kata dia, rata-rata hujan terjadi pada pukul 08.00 Wita dengan kondisi awan disertai petir, setelah itu kembali berawan.

“Dengan intensitas hujan yang tinggi seperti itu, bisa kembali terjadi banjir dan longsor,” jelas Isna.

Khusus untuk wilayah terdampak banjir, yakni di Kecamatan Gumbasa bakal diguyur hujan dengan suhu udara 21-32 derajat celsius dengan kelembaban udara 70-90 persen serta kecepatan angin mencapai 30 km per jam.

Kemudian di Kecamatan Dolo Selatan bakal diguyur hujan dengan suhu udara 23-32 derajat celcius dengan kelembaban udara 75-90 persen serta kecepatan angin mencapai 30 km per jam.

Terakhir, hujan di Kecamatan Kulawi suhu udaranya mencapai 16-32 derajat celsius dengan kelembaban udara 75-90 persen serta kecepatan angin 30 km per jam.

Selain Sigi, hujan menengah juga diprediksi bakal terjadi ke Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Donggala dengan curah hujan 200-300 mm.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng mengimbau warga di sejumlah daerah rawan bencana alam banjir dan tanah longsor untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem, khususnya di Kabupaten Sigi.

“Kami ingatkan warga, terutama yang selama ini sering dilanda banjir atau dekat dengan aliran sungai untuk lebih hati-hati karena sewaktu-waktu bisa bisa terjadi bencana alam,” kata Kepala BPBD Suleng, Bartholomeus Tandigala. [159]



Sumber: Suara Pembaruan