Masyarakat Yahukimo Khawatir Suara Pileg Diselewengkan

Masyarakat Yahukimo Khawatir Suara Pileg Diselewengkan
Anak-anak sedang mengambil surat suara yang akan diisi dalam sistem noken pilkada di Distrik Ubalihi, Kabupaten Yahukimo, Papua, Rabu (9/12). Di Distrik Ubalihi terdapat 11 kampung dengan 12 tempat pemungutan suara. ( Foto: Suara Pembaruan / Istimewa )
Heriyanto / HS Senin, 6 Mei 2019 | 07:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah tokoh masyarakat dan kepala suku di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, mulai khawatir atas dugaan penyelewengan suara dari pemilihan legislatif (Pileg) di daerah tersebut. Salah satu indikasinya adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo yang tidak transparan menyampaikan hasil pleno perhitungan suara di Yahukimo.

Lemjen Homona selaku tokoh masyarakat yang juga anggota Dewan Pendiri Kabupaten Yahukimo kepada Beritasatu.com menegaskan hasil pleno perhitungan suara dalam pileg seharusnya diumumkan secara terbuka. Hal tersebut juga menjadikan KPU Yahukimo lebih transparan. Selain itu, perolehan suara calon legislatif (caleg) pun bisa diketahui dengan rinci karena sebagian besar proses perhitungan sudah dilakukan.

“Kami hanya diberitahukan hasil suara partai secara umum. Kalau ditanya lebih detil dan caleg mana saja yang memperoleh suara, pasti dijawan masih rahasia. Tidak ada alasan yang bisa kami terima,” ujar Lemjen, Senin (6/5).

Selain tidak adanya pengumuman secara transparan, Lemjen juga menyayangkan langkah KPU Yahukimo yang sudah membawa semua hasil pleno suara ke KPU Papua di Jayapura. “Kami sangat menyesalkan langkah KPU Yahukimo. Ini yang membuat kami harus ikut mengawal dan mempertanyakan sampai ke tingkat provinsi,” tegasnya.

Salah satu kepala suku di Yahukimo ini menegaskan jangan sampai suara 51 distrik di Yahukimo yang sudah diverifikasi KPU tidak disalahgunakan. Apalagi, pihaknya sudah membangun komitmen bahwa sebanyak 163.000 warga dari 23 distrik di Yahukimo sudah memilih Yakobus Jagong dari Partai Golkar sebagai wakil kami di DPR. Komitmen yang sama dari sisa distrik yang lain diberikan kepada John Mirin dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Sebanyak 23 distrik dari 51 distrik di Yahukimo sudah mempunyai kesepakatan bersama. Jangan sampai rekapitulasi yang tidak mengumumkan nama-nama caleg tersebut justru disalahgunakan,” tegas Lemjen.

Seperti diketahui, KPU Yahukimo sudah mulai melakukan rekapitulasi suara di tingkat distrik sejak Sabtu (20/4) lalu.
Melinus Soo dari Divisi Teknis KPU Yahukimo kepada Antara baru-baru ini menjelaskan bahwa Kabupaten Yahukimo ada 1.264 tempat pemungutan suara (TPS) dari 51 distrik yang ada, seluruhnya sudah melakukan pencoblosan pada 17 April dan 18 April lalu. Kemudian, satu distrik lagi yakni Distrik Alangbo baru melakukan pencoblosan pada 19 April karena keterlambatan pendistribusian logistik lantaran faktor cuaca. Dari 51 distrik tersebut, sebanyak 50 distrik menggunakan sistem noken dan satu distrik yang menggunakan pemilihan sistem nasional.



Sumber: Suara Pembaruan