Kawal Suara Pileg, Kepala Suku Besar Ingatkan KPU Yahukimo

Kawal Suara Pileg, Kepala Suku Besar Ingatkan KPU Yahukimo
Surat Dewan Adat Nasional Pejuang Pendiri Kabupaten Yahukimo kepada KPU Yahukimo. ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Senin, 6 Mei 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh masyarakat dan kepala suku di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, terus mengawal aspirasinya dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Hal itu untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat tidak diselewengkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak-pihak terkait lainnya.

Lemjen Honnoma selaku tokoh masyarakat yang juga Kepala Suku Besar kepada Beritasatu.com semakin mempertanyakan hasil pleno perhitungan suara dalam pileg yang tidak diumumkan secara terbuka. Hal itu menyebabkan perolehan suara calon legislatif (caleg) pun belum bisa diketahui dengan rinci, sekalipun sebagian besar proses perhitungan sudah dilakukan.

“Kami sudah mendesak dari pekan lalu, KPU seharusnya sudah memberitahuman hasil suara partai politik dan juga perolehan suara dari para caleg. Ini kalau ditanya, jawabnya rahasia. Ada apa dan untuk apa dirahasiakan,” ujar Lemjen, Senin (6/5).

Saat ini, semua suara hasil pleno KPU Yahukimo sudah dibawa ke KPU Provinsi Papua. Sekalipun KPU tidak transparan, anggota Dewan Pendiri Kabupaten Yahukimo ini terus berupaya untuk mengawal suara dari warga Yahukimo.

Dia menegaskan bahwa jangan sampai suara 51 distrik di Yahukimo yang sudah diverifikasi KPU tidak disalahgunakan. Apalagi, pihaknya sudah membangun komitmen bahwa sebanyak 163.000 warga dari 23 distrik di Yahukimo sudah memilih Yakobus Jagong dari Partai Golkar sebagai wakil di DPR RI. Komitmen yang sama dari sisa distrik yang lain diberikan kepada John Mirin dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Baca : Tokoh Masyarakat Desak KPU Yahukimo Transparan

“Kami dari Dewan Adat Nasional Pejuang Pendiri Kabupaten Yahukimo sudah menyampaikan surat kepada KPU terkait dengan komitmen dan aspirasi kami tersebut. Sebanyak 23 distrik dari 51 distrik di Yahukimo sudah mempunyai kesepakatan bersama. Jangan sampai rekapitulasi yang tidak mengumumkan nama-nama caleg tersebut justru disalahgunakan,” tegas Lemjen.

Seperti diketahui, KPU Yahukimo sudah mulai melakukan rekapitulasi suara di tingkat distrik sejak Sabtu (20/4) lalu.
Melinus Soo dari Divisi Teknis KPU Yahukimo kepada Antara baru-baru ini menjelaskan bahwa Kabupaten Yahukimo ada 1.264 tempat pemungutan suara (TPS) dari 51 distrik yang ada, seluruhnya sudah melakukan pencoblosan pada 17 April dan 18 April lalu. Kemudian, satu distrik lagi yakni Distrik Alangbo baru melakukan pencoblosan pada 19 April karena keterlambatan pendistribusian logistik lantaran faktor cuaca. Dari 51 distrik tersebut, sebanyak 50 distrik menggunakan sistem noken dan satu distrik yang menggunakan pemilihan sistem nasional.



Sumber: Suara Pembaruan