Menteri BUMN Berharap YIA Tidak Senasib dengan Bandara Kertajati

Menteri BUMN Berharap YIA Tidak Senasib dengan Bandara Kertajati
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin, 6 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Andreas Fitri Atmoko )
/ FMB Selasa, 7 Mei 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta agar operator bandara, maskapai dan pemangku kepentingan terkait membuat program menarik agar pergerakan penumpang serta pesawat Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tumbuh dan tidak senasib Bandara Internasional Jawa Barat atau Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

“Karena memang kita harus membuat program-program yang menarik untuk para penumpangnya, sehingga mereka juga merasa nyaman untuk datang ke Kulon Progo,” kata Rini saat meninjau YIA di Kulon Progo, Selasa.

Salah satu program yang bisa dibuat menarik, menurut Rini, yaitu menghubungkan bandara dengan tempat-tempat wisata.

Untuk itu, Rini langsung bertolak ke tempat wisata Candi Borobudur untuk mengetahui jarak tempuh serta potensi penumpang.

“Makanya dari sini kita juga mau langsung ke Borobudur, saya ingin tahu seberapa jauh dari Borobudur karena mungkin memang masyarakat yang tinggal di Yogyakarta masih merasa kalau Adisutjipto lebih dekat,” katanya.

Salah satu upayanya, lanjut dia, adalah dengan menyediakan bus yang nyaman, sehingga menarik wisatawan nusantara dan mancanegara untuk mengakses lewat Kulon Progo.

“Makanya salah satunya tentunya adalah wisatawan nusantara ataupun internasional yang memang menarik untuk ke Borobudur maupun ke tempat lain biarpun ke Yogyakarta, kita sekarang sedang membuat program untuk bagaimana nyamannya mereka,” katanya.

PT Angkasa Pura I menggratiskan fasilitas bus Damri bagi penumpang dari dan ke Bandara Internasional Yogyakarta selama satu minggu mukai 6 Mei hingga 12 Mei 2019.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devi W Suradji mengatakan kebijakan menggratiskan tarif bus Damri tersebut bukan hanya untuk menarik penumpang, melainkan juga membiasakan masyarakat untuk menggunakan angkutan massal.

“Kenapa kita gratiskan selama seminggu, bukan hanya membantu pelayanan maskapai, tapi menbiasakan masyarakat menggunakan transportasi massal,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, nanti dengan adanya akses kereta api, diharapkan masyarakat bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

”Nanti kan hanya sampai stasiun diantaranya, sebelumnya sedikit-sedikit bawa mobil. Masyarakat butuh waktu untuk biasa,” katanya.

Devi menambahkan nantinya masyarakat tidak perlu berangkat dari Yogyakarta, tetapi dari titik-titik masing-masing. Adapun layanan bus Damri melayani rute pulang-pergi YIA menuju Bandara Adisutjipto, Wojo, Purworejo, dan Magelang. Sedangkan Satelqu melayani rute pulang-pergi YIA menuju Bandara Adisutjipto, Cilacap, Purwokerto.



Sumber: ANTARA