Menteri BUMN Jajal Penerbangan Komersial ke Bandara YIA

Menteri BUMN Jajal Penerbangan Komersial ke Bandara YIA
Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengadakan tinjauan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (7/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra Desfika )
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 7 Mei 2019 | 18:22 WIB

Kulon Progo, Beritasatu.com - Menteri BUMN Rini Soemarno mengadakan tinjauan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (7/5/2019).

Baca Juga: Menteri BUMN Berharap YIA Tidak Senasib dengan Kertajati

Rini dan jajarannya mendarat mulus di YIA pukul 12.20 WIB bersama penumpang lainnya dalam pesawat komersial Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG-132 dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) - YIA. Pada penerbangan ini, turut mendampingi Rini Soemarno, yaitu Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi dan Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto.

"Tadi saya mencoba naik Citilink dari Jakarta, dari Halim Perdanakusuma untuk mendarat di YIA. Jadi sekarang sudah setiap hari ada dari Jakarta jadi saya ingin mencoba. Alhamdulillah tadi berjalan lancar, landing-nya juga bagus," kata Rini.

Kunjungan Menteri BUMN ini merupakan kunjungan kerja perdana ke YIA untuk meninjau operasional YIA di mana pada Senin (6/5/2019) telah dilakukan penerbangan komersial perdana oleh Citilink. Progres pembangunan YIA sendiri telah mencapai 53 persen.

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi mengatakan, pihaknya sungguh antusias menyambut kunjungan Menteri Rini Soemarno ke YIA karena AP I ingin menunjukkan bukti kesiapan bandara ini untuk operasional penerbangan dan menghadapi masa arus mudik Lebaran 2019.

Pada masa angkutan Lebaran 2019, tambah Faik, seluruh penerbangan tambahan (extra flight) dari dan ke Yogyakarta akan dialihkan ke YIA. Pemindahan ini dilakukan guna membantu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta pada musim puncak Lebaran 2019. Sebagai informasi, pada masa mudik 2018 terdapat 32 tambahan penerbangan ke Bandara Adisutjipto.

Faik menambahkan, pembangunan YIA merupakan solusi atas kondisi lack of capacity yang terjadi di Bandara Adisutjipto di mana kapasitas bandara sangat terbatas sementara permintaan slot penerbangan cukup tinggi.

Selain itu, YIA merupakan salah satu bandara dengan spesifikasi landas pacu terbaik di Indonesia. Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara (airside) yang sudah siap 100 persen, dengan panjang landas pacu 3.250 m, lebar 45 m, dan shoulder (bahu runway) 15 m di setiap sisi.

Spesifikasi runway ini mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Adapun fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA masuk ke dalam kategori 8.

Di sisi darat (landside), terminal seluas 12.900 m2 sudah dapat digunakan, dari total 210.000 m2 pada saat beroperasi penuh pada akhir 2019 nanti.



Sumber: BeritaSatu.com