Curang, 126 Peserta UNBK SMA Dapat Nilai Nol

Curang, 126 Peserta UNBK SMA Dapat Nilai Nol
Ujian nasional berbasis komputer yang diikuti siswa SMA. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / IDS Rabu, 8 Mei 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Muchlis R Luddin mengatakan, peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK yang ketahuan melakukan kecurangan dengan memotret soal UN dan menyebarkan ke media sosial (medsos) tidak dibebaskan begitu saja. Berdasarkan prosedur operasional standar (POS) penyelenggara UN, mereka secara otomatis mendapat nilai nol.

Meski begitu, Muchlis menuturkan, Kemdikbud tetap mempertimbangkan nasib peserta. Mereka tetap diberi kesempatan untuk mengikuti ujian perbaikan pada Juni mendatang.

“Ujian perbaikan ini khusus untuk mereka yang dapat nilai nol. Tak ada peserta lain. Jadi mereka akan mempunyai dua surat keterangan kelulusan nilai nol dan hasil ujian susulan,” kata Muclis dalam konferensi pers tentang hasil ujian nasional (UN) 2018/2019, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Selasa (5/7/2019).

Muchlis menuturkan, peserta UNBK yang melakukan kecurangan ini diketahui dari 202 pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat melalui medsos yang langsung ditelusuri oleh tim Irjen. Identitas siswa dan sekolahnya pun dengan mudah dapat ditemukan.

Menurutnya, pemberian nilai nol merupakan pelajaran bagi peserta bahwa memotret soal di komputer dan menyebarkannya adalah tindakan yang salah dan melanggar POS UN. Selain peserta, guru pengawas yang terkait kasus pengambilan foto itu tidak akan dilibatkan lagi pada UN tahun depan.

Berkaca dari kejadian ini, Muchlis menuturkan, Kemdikbud akan memperketat proses pengawasan dalam pelaksanaan UNBK. Pasalnya, kejadian UN tahun ini menunjukkan pengawasan yang ada belum terlalu ketat. “Di masa depan, prosedur pengawasan akan dibuat lebih ketat. Karena tindakan kecurangan itu semuanya terkait dengan pengambilan foto materi soal, maka pengawas harus lebih ketat dalam memeriksa, termasuk jam tangan yang ada kameranya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdikbud, Totok Suprayitno mengatakan, pelaksanaan UN tahun ini pada umumnya lancar dan tidak mengalami masalah yang luar biasa seperti tahun sebelumnya.

Bahkan, ia menyebutkan, untuk server UNBK tidak mengalami kendala, rata-rata hanya seputar log in saja. Namun pemerintah telah mengantisipasi dengan menyediakan waktu yang cukup untuk log in server. Sedangkan untuk kendala pemadaman listrik tidak seperti tahun sebelum.

“UN tahun ini relatif berjalan lancar, mungkin karena bersamaan dengan pemilu jadi pasokan listrik aman,” ujarnya.

Totok menyebutkan, ada pun data keseluruhan pelaksanaan UN tahun ini diikuti sekitar 8,3 juta peserta untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Jumlah itu tersebar di 102 ribu satuan pendidikan se-Indonesia. Untuk jenjang pendidikan formal, terdapat 7,8 juta siswa dengan 90,4% mengikuti UNBK.

Perinciannya, tingkat SMP diikuti 4,2 juta siswa dan 83,7% peserta melaksanakan UNBK. Tingkat SMA/MA, pelaksanaan UN diikuti 2,1 juta siswa, dengan 97,8% peserta melaksanakan UNBK. Sedangkan untuk SMK, terdapat 1,5 juta siswa dengan 99,5% mengikuti UNBK.



Sumber: Suara Pembaruan